Pemerintah dan DPR Ubah Asumsi Kurs Rupiah 2019 Jadi 14.500 per Dolar

Katadata | Arief Kamaludin
Gedung MPR/DPR
Penulis: Rizky Alika
18/9/2018, 19.58 WIB

Perubahan asumsi tersebut bakal memengaruhi perhitungan pendapatan dan belanja negara tahun depan. Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat menyatakan, apabila kurs melemah Rp 100 dari asumsi APBN maka total keuntungan (net benefit) anggaran bisa mencapai Rp 1,22 triliun. 

(Baca juga: DPR - Pemerintah Tak Ubah Asumsi RAPBN 2019, Rupiah 14.400 per US$

Pada sisi lain, rapat panja Banggar DPR RI dengan pemerintah juga menetapkan rasio gini menjadi 0,380 – 0,385, sebelumnya 0,380 – 0,390. Seluruh hasil rapat ini akan didiskusikan lebih lanjut dalam rapat kerja antara Banggar dengan pemerintah (Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Kepala Bappenas).

Asumsi makroekonomi 2019 (kesepakatan pemerintah dengan panja Banggar DPR), yaitu :
- Pertumbuhan ekonomi 5,3%
- Inflasi 3,5%
- Nilai tukar Rp 14.500 per dolar AS
- Suku bunga SPN tiga bulan 5,3%
- Harga minyak US$ 70 per barel
- Lifting minyak bumi 775.000 barel per hari
- Lifting gas bumi 1,25 juta barel setara minyak.

Asumsi dasar target pembangunan ekonomi 2019 (kesepakatan pemerintah dengan panja Banggar DPR), yaitu:
- Pengangguran 4,8% - 5,2%
- Kemiskinan 8,5% - 9,5%
- Rasio gini 0,380-0,385
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 71,98

Halaman: