Pembelian Minyak dari Iran Bisa Secara Barter
KATADATA ? Pemerintah Indonesia terus menjajaki pembelian minyak dari Iran termasuk skema pembeliannya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan selain mendapat harga murah, tidak menutup kemungkinan pembelian minyak dari Iran dilakukan dengan skema barter.
"(Barter) merupakan solusi bentuk cara, tanpa melanggar (aturan) dan sanksi. Banyak negara lain juga (melakukan barter) cukup besar dengan Iran," kata dia di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5).
Barter ini bisa dilakukan dengan komoditas yang dibutuhkan oleh Iran. Selama ini juga Iran masih melakukan impor dari Indonesia. Beberapa komoditas yang diimpor Iran diataranya Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit, kertas, pulp, karet dan ban mobil.
Dengan adanya potensi skema perdagangan ini, Indonesia perlu menjalin hubungan yang lebih akrab dengan Iran. Sofyan menyebut, dalam tujuh tahun terakhir, Indonesia sudah tidak lagi aktif melakukan pertemuan dengan Iran.
Ini berakibat pada turunnya neraca perdagangan Indonesia-Iran, dari US$ 2 miliar menjadi hanya US$ 450 juta. Kerjasama minyak Indonesia dan Iran yang sedang dijajaki sekarang, menunjukkan potensi ekonomi dan perdagangan yang bisa ditingkatkan kedua negara.
Penjajakan pembelian minyak Indonesia dari Iran ini merupakan lanjutan dari pembicaraan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Republik Islam Irandi sela Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 23 April 2015. Salah satu pokok diskusi dalam pertemuan bilateral Presiden RI dengan Presiden Iran saat KAA lalu adalah kerja sama energi.
Pembicaraan ini pun dilanjutkan pada kunjungan kerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said bersama Menteri Koordinator Perekonomian, Sofyan A Djalil ke Republik Islam Iran, akhir pekan lalu.
Dalam kunjungan tersebut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bertemu dengan Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zangeneh. Pertemuan ini menyepakati dua hal, yakni pembelian minyak dari Iran ke Indonesia dan membuka kesempatan Indonesia untuk terlibat dalam bisnis hulu migas di Iran.
"Dua kesepakatan tersebut merupakan bukti konkrit untuk kerja sama Selatan-Selatan dan juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan kedua pemimpin di sela-sela KAA," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Dadan Kusdiana.