BI Diprediksi Pertahankan Suku Bunga Acuan

KATADATA/ Donang Wahyu
Ekonom memprediksi BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 7,75 persen.
9/2/2015, 19.29 WIB

Hal yang sama juga disampaikan ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual. Menurutnya, BI masih akan mempertahankan suku bunga acuan karena ingin menjaga tingkat defisit neraca transaksi berjalan.

Apalagi pada semester II, ketika program infrastruktur pemerintah mulai berjalan, sehingga impor bahan baku akan meningkat. Dikhawatirkan, suku bunga yang turun bakal memperbesar defisit neraca transaksi berjalan.  

Menurutnya, struktur risiko ekonomi Indonesia berbeda dibandingkan dengan Australia, yang baru saja menurunkan suku bunganya. Sedangkan Cina dan India yang mengambil kebijakan sama, memiliki cadangan devisa yang lebih besar daripada Indonesia.

?Kalau BI Rate turun, dana asing masuk (capital inflow) ke portofolio sebesar US$ 15 milliar pada tahun lalu, juga berpotensi keluar. Ini karena Indonesia nggak menarik lagi,? ujarnya.

Dia juga memperkirakan, ekonomi hanya akan tumbuh 5,3 persen pada tahun ini. Sedangkan kurs rupiah diprediksi di kisaran Rp 12.400-Rp 12.500 per dolar AS.

Halaman:
Reporter: Desy Setyowati