Rupiah Perkasa ke 14.088/US$ Berkat Pernyataan Gubernur The Fed

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
Ilustrasi. Rupiah menguat bersama mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS.
24/2/2021, 10.20 WIB

Adapun, sambung Ariston, rencana stimulus fiskal besar AS yang akan dirilis pada pertengahan Maret juga membantu penguatan nilai tukar terhadap dolar AS. Selain itu, tren penurunan kasus baru Covid-19 dan kemajuan program vaksinasi di dunia maupun Indonesia meningkatkan optimisme pasar. "Potensi pergerakan rupiah terhadap dolar AS hari ini di rentang Rp 14.050-14.120," katanya.

Pasien positif Covid-19 di Tanah Air bertambah 9.775 orang per 23 Februari 2021. Total Kasus mencapai 1.298.608 dengan 1.104.990 pasien dinyatakan sembuh dan 35.014 orang meninggal dunia. Sementara itu, pemerintah mencatat orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 78.616.

Melansir Worldometers, secara keseluruhan kasus virus corona dunia bertambah 10.333 menjadi 112,65 juta per hari ini. Dengan begitu, total kematian 2,5 juta dan kesembuhan 88,23 juta. AS masih menjadi negara dengan kasus tertinggi yaitu 28,9 juta orang terinfeksi.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan bahwa para pelaku pasar menanti pernyataan Powell di hadapan The House Financial Services Committee pada hari ini. Di sana, bos bank sentral AS tersebut akan menyampaikan kebijakan pelonggaran moneter yang akan ditempuh oleh The Fed ke depan, sekaligus menyampaikan outlook ekonomi Negeri Paman Sam.

Secara teknikal, terlihat beberapa pola bearish inside bar pada grafik harian yang mengindikasikan adanya potensi apresiasi rupiah terhadap dolar AS. "Kira-kira di antara Rp 14.050-14.125 per dolar AS," ujar Nafan kepada Katadata.co.id.

Halaman:
Reporter: Agatha Olivia Victoria