Regulasi LCS Akan Terbit, Transaksi RI-Tiongkok Tak Perlu Pakai Dolar

Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi uang Yuan. Indonesia saat ini telah bekerja sama dengan empat negara , yakni Malaysia, Thailand, Jepang, dan Tiongkok untuk menggunakan mata uang lokal dalam transaksi ekonomi.
25/6/2021, 17.35 WIB

Selain LCS, sambung Donny terdapat lima instrumen lainnya guna meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter. Kelima instrumen tersebut yakni repo, IndONIA dan JIBOR, overnight index swap, DNDF, serta instrumen hedging jangka panjang.

Bank Sentral AS, The Fed memberikan sinyal kenaikan bunga dan pengurangan likuiditas atau tapering off belakangan ini. Hal tersebut pun menjadi kekhawatiran pasar dan menyebabkan nilai tukar rupiah melemah.

Sebelumnya, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpendapat BI bisa memperkuat kerja sama LCS dengan bank sentral di regional Asia dalam merespons proses normalisasi kebijakan moneter Negeri Paman Sam. Tujuannya, untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Selain itu, ia menyarankan bahwa BI perlu mengelola stabilitas perekonomian dengan mendorong pendalaman pasar keuangan termasuk pasar uang. Kemudian, memperkuat ker jasama bilateral swap agreement dengan bank sentral global dalam rangka memastikan likuiditas valas seperti yang saat ini telah berjalan.

"Dengan kombinasi kebijakan tersebut, cadangan devisa diharapkan berada dalam level yang solid dan pasar keuangan semakin dalam sehingga membatasi dampak negatif yang berpotensi ditimbulkan oleh normalisasi kebijakan moneter AS," ujar Josua kepada Katadata.co.id, awal pekan ini.

 

Halaman:
Reporter: Agatha Olivia Victoria