Morgan Stanley Prediksi The Fed Naikkan Bunga Hingga 6 Kali Tahun Ini
Lembaga keuangan global, Morgan Stanley memperkirakan Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan hingga enam kali mencapai 150 bps pada tahun ini. Perkiraan ini naik dari sebelumnya sebesar 125 bps.
Bank-bank investasi besar telah memperkirakan kenaikan suku bunga yang semakin kuat pada tahun ini setelah data inflasi yang lebih panas dari perkiraan. Lonjakan inflasi meningkatkan tekanan pada The Fed untuk mengambil sikap yang lebih tegas.
"Menyusul perubahan baru-baru ini pada prospek inflasi kami, kami saat ini memperkirakan The Fed akan menaikkan enam kali bunga acuan masing-masing 25bps pada tahun ini," ujar Kepala Ekonom Morgan Stanley AS Ellen Zentner dalam laporannya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (18/2).
Ia memperkirakan, The Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada akhir pertemuan kebijakan Maret, diikuti oleh kenaikan 25 basis poin tambahan pada Mei, Juni dan Juli, dengan dua kenaikan pada September dan Desember.
Data pekan lalu menunjukkan inflasi konsumen AS naik pada laju tercepat sejak awal 1980-an, memicu spekulasi pasar untuk kenaikan besar-besaran 50 basis poin dari pertemuan The Fed pada 15-16 Maret.
Para pejabat The Federal Reserve dalam rapat The Federal Meeting Open Comitte bulan lalu sepakat bahwa sudah waktunya menaikkan suku bunga melihat lonjakan inflasi dan lapangan kerja yang kuat. Namun, The Fed menyatakan, setiap keputusan akan bergantung pada analisis inflasi dan data lainnya menjelang pertemuan.
Laporan pertemuan FOMC pada 25-26 Januari yang dirilis Rabu (16/2) menunjukan bank sentral AS bersiap untuk melawan laju kenaikan harga tercepat sejak 1980-an. Para pejabat mengatakan bahwa sementara mereka masih mengharapkan inflasi mereda sepanjang tahun, mereka akan siap untuk menaikkan suku bunga dengan cepat.
Presiden Cleveland Federal Reserve Bank Loretta Mester mengatakan pada Kamis (17/2) bahwa The Fed perlu bergerak lebih agresif untuk menghapus stimulus setelah resesi hebat dengan menaikkan suku bunga lebih cepat dan menyusutkan neraca lebih cepat.
"Kecuali ada perubahan material dalam perekonomian, saya mengantisipasi bahwa akan tepat untuk menaikkan suku bunga lebih cepat kali ini dan mulai mengurangi ukuran neraca segera dan lebih cepat daripada terakhir kali," kata Mester.
Pembuat kebijakan diperkirakan akan mulai menaikkan suku bunga dari level mendekati nol ketika mereka bertemu bulan depan dan mulai mengurangi portofolio Fed hampir US$ 9 triliun segera setelahnya. Para pejabat The Fed memperdebatkan seberapa cepat menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi tertinggi yang terlihat dalam beberapa dekade.
Presiden St Louis Federal Reserve Bank Jim Bullard menyerukan The Fed untuk menaikkan suku dengan persentase poin penuh pada Juli, sementara yang lain mendukung kenaikan yang lebih kecil saat memulai kenaikan bunga.
Adapun Mester mengatakan laju kenaikan suku bunga akan didasarkan pada inflasi. Dia juga mendukung penjualan beberapa kepemilikan hipotek Fed di beberapa titik untuk mempercepat perpindahan ke portofolio yang berinvestasi terutama di sekuritas obligasi pemerintah.