Rupiah Menguat ke 15.237 per US$, Ada Ekspektasi Bunga AS Tak Naik
Nilai tukar rupiah menguat 0,02% ke level 15,237 per dolar AS pada perdagangan di pasar spot pagi ini. Rupiah menguat setelah data ekonomi AS yang dirilis semalam menunjukkan kinerja di bawah ekspektasi pasar.
Analis pasar uang Ariston Chendra mengatakan, data jumlah orang yang dipekerjakan pada Agustus dan data PDB Amerika Serikat pada kuartal kedua menurun. Hal inimemicu ekspektasi bahwa Bank Sentral AS tidak akan menaikan suku bunga acuannya dalam pertemuan bulan depan.
Data tenaga kerja AS dan data inflasi menjadi pertimbangan utama Bank Sentral AS dalam menentukan kebijakan moneternya. The Fed pernah mengatakan bahwa kondisi ketenagakerjaan tidak bisa terlalu kuat jika ingin inflasi melandai.
"Rupiah berpotensi menguat ke arah 15.180- 15.200 per dolar AS, dengan potensi resitance di sekitar 15.280 per dolar AS," kata dia.
Beberapa mata uang Asia lainnya juga bergerak menguat terhadap AS. Ringgit malaysia menguat 0,16%, baht Thailand 0,32%, peso Filipina 0,15%, yen Jepang 0,25%, dolar Singapura 0,01%, dan dolar Hong Kong 0,02%.
Analis Senior Bank Mandiri Reny Eka Putri memperkirakan, pergerakan rupiah dek masih akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal terutama kebijakan arah suku bunga The Fed.
“Meskipun The Fed mengisyaratkan masih dapat menaikkan suku bunga acuan ke depan dalam simposium Jackson Hole, The Fed akan lebih berhati-hati melihat perkembangan ekonomi AS dan akan lebih data dependen,” kata Reny dalam risetnya.
Ia meramal rupiah akan bergerak ke kisaran 15,210 - 15,272 pada perdagangan hari ini.