Airlangga Bertemu Dubes Amerika Serikat, Sebut RI akan Tambah Impor Produk AS

ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Duta Besar AS untuk Indonesia Kamala S. Lakhdhir di Jakarta, Selasa (8/4/2025).
Penulis: Sorta Tobing
9/4/2025, 16.18 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah bertemu dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Kamala S. Lakhdhir kemarin, Selasa (8/4). Dalam pertemuan itu keduanya membahas soal langkah RI dalam merespons kebijakan baru tarif impor Presiden AS Donald Trump.

Airlangga mengatakan pemerintah sedang menyiapkan insentif fiskal dan nonfiskal untuk mendorong impor produk AS dan menjaga daya saing produk ekspor Indonesia ke negara itu. 

"Indonesia akan mengedepankan jaluar negosiasi dan tidak melakukan tindakan retaliasi, sejalan dengan negara ASEAN lainnya," kata Airlangga dalam keterangannya hari ini, Rabu (9/4). 

Selain itu, pemerintah juga mengupayakan revitalisasi perjanjian kerja sama Indonesia-US Trade and Investmenet Framework Agreement (TIFA) yang telah berlaku sejak 1996. 

Airlangga mengatakan Indonesia juga akan melakukan deregulasi non-tariff measures (NTMs) melalui relaksasi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sektor informasi dan komunikasi dari AS, seperti produk GE, Apple, Oracle, dan Microsoft. Langkah lainnya, pemerintah akan mengevaluasi kebijakan larangan dan pembatasan hingga mempercepat proses sertifikasi halal.

Semua langkah itu untuk merespons tarif resprokal alias timbal balik AS sebesar 32% untuk produk dari Indonesia dan berlaku per hari ini, kecuali dapat dinegosiasikan lebih lanjut.

Merespons hal tersebut, Dubes Kamala menyampaikan Kedutaan Besar AS di Jakarta berkomitmen untuk memfasilitasi upaya komunikasi dan negosiasi yang akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

”Kami telah berkomunikasi dengan Secretary of Commerce dan United States Trade Representatives (USTR) terkait rencana pemerintah Indonesia untuk melakukan negosiasi, dan kami siap mengatur rencana pertemuan dengan pihak strategis lainnya jika dibutuhkan,” kata Dubes Kamala.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara