Aksi Demonstrasi di Indonesia Potensi Batasi Penguatan Rupiah Hari Ini

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/bar
Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (15/5/2025). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup di level Rp16.528,5 atau menguat 0,20 persen dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya.
29/8/2025, 09.16 WIB

Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bisa melanjutkan penguatan terhadap dolar AS pada hari ini. Namun penguatan rupiah ini diprediksi akan terbatas karena masih meluasnya aksi demonstrasi di Indonesia yang diperkirakan akan berlanjut pada hari ini.

“Penguatan rupiah mungkin terbatas oleh perkembangan demonstrasi di Indonesia yang memanas,” kata Analis Doo Financial Futures Lukman Leong kepada Katadata.co.id, Jumat (29/8).

Padahal, Lukman melihat rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang saat ini masih tertekan. Sebab menurutnya, saat ini ada meningkatnya harapan pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

“Rupiah diperkirakan akan berada di level Rp 16.250 per dolar AS hingga Rp 16.400 per dolar AS,” ujar Lukman.

Berdasarkan data Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka melemah pada level Rp 16.370 per dolar AS. Level ini turun 17 poin atau 0,10% dari penutupan sebelumnya.

Sementara itu, proyeksi berbeda disampaikan Senior Economist KB Valbury Fikri C Permana. Ia memperkirakan rupiah justru akan melemah pada hari ini.

“Kemungkinan melemah mendekati level Rp 16.400 per dolar AS,” kata Fikri.

Fikri mengatakan salah satu yang membuat pelemahan rupiah ini karena aksi demonstrasi. Ia menyebut kemungkinan demo yang lebih besar di Indonesia secara keseluruhan pada hari ini bisa mempengaruhi pergerakan rupiah.

Tak hanya itu, tekanan dari sisi domestik juga masih akan berlanjut. Fikri memperkirakan lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang akan dilakukan hari ini bisa mengalami tekanan sehingga mempengaruhi pelemahan rupiah.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti