Daftar 5 Industri yang Dongkrak Ekonomi RI Tumbuh 5,04% di Kuartal III 2025

ANTARA FOTO/Andry Denisah/bar
Foto udara truk kontainer melintasi tumpukan peti kemas di Pelabuhan Kendari New Port, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (4/11/2025). Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara mencatat nilai ekspor wilayah itu pada September 2025 mencapai US$356,16 juta atau naik 29,03 persen dibanding nilai ekspor September 2024 yang tercatat sebesar US$276,02 juta yang didominasi oleh kelompok Komoditas besi dan baja.
5/11/2025, 12.51 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 mencapai 5,04% secara tahunan (year on year/yoy). Meski melambat dibandingkan kuartal sebelumnya, sebagian besar lapangan usaha masih mencatatkan kinerja positif.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional masih ditopang oleh lima sektor utama, yakni industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.

“Total share lapangan usaha tersebut mencapai sekitar 65,02% dari produk domestik bruto (PDB),” ujar Edy dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/11).

Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan pertumbuhan 5,54% yoy dan andil 19,15% terhadap PDB. Disusul oleh pertanian yang tumbuh 4,93% dengan kontribusi 14,35%, serta perdagangan yang naik 5,49% dengan porsi 13,19%.

Sementara itu, sektor konstruksi mencatat pertumbuhan 4,21% dan menyumbang 9,82% terhadap PDB. Adapun pertambangan masih mengalami kontraksi 1,98%, meskipun kontribusinya terhadap PDB masih cukup besar, yakni 8,51%.

Jasa Pendidikan Tumbuh Paling Tinggi

Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada periode ini adalah jasa pendidikan, yang melonjak 10,59% yoy. Kenaikan ini dipicu oleh dimulainya tahun ajaran baru serta peningkatan belanja pemerintah di fungsi pendidikan.

Selain itu, jasa perusahaan dan jasa lainnya juga mencatat pertumbuhan kuat, masing-masing sebesar 9,94% dan 9,92%.

“Kenaikan di jasa perusahaan terutama didorong oleh peningkatan pendapatan dari jasa persewaan peralatan dan jasa profesional," kata Edy.

Sedangkan jasa lainnya tumbuh karena meningkatnya jumlah perjalanan wisatawan nusantara maupun kunjungan wisatawan mancanegara.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti