Data Ekonomi AS Solid, Rupiah Berpotensi Makin Melemah Hari Ini

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.
Petugas menunjukkan uang rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Senin (27/10/2025).
15/1/2026, 09.59 WIB

Nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahan terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah data ekonomi AS yang solid.  

“Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS menyusul data ekonomi AS PPI, penjualan ritel, dan rumah yang lebih kuat dari perkiraan,” kata Analis Doo Financial Futures Lukman Leong kepada Katadata.co.id, Kamis (15/1).

Indeks Harga Produsen atau Producer Price Index (PPI) diperkirakan naik 0,2% secara bulanan. Sementara penjualan ritel AS juga naik ke level 0,5%.

Lukman mengatakan, dolar AS juga didukung oleh pernyataan hawkish dari beberapa pejabat The Fed. Pasar mengharapkan Bank Indonesia (BI) akan kembali mengintervensi dan bisa berbalik menguatkan rupiah.

“Rupiah diperkirakan akan berada di level Rp 16.800 per dolar AS hingga Rp 16.950 per dolar AS,” ujar Lukman.

Berdasarkan data Bloomberg hari ini, rupiah dibuka di level Rp 16.862 per dolar AS. Level ini menguat tiga poin atau 0,02% dari penutupan sebelumnya.

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi juga memproyeksikan hal yang sama. “Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang  Rp 16.860 per dolar AS hingga Rp 16.890 per dolar AS,” kata Ibrahim.

Ibrahim menjelaskan, data indeks harga konsumen atau CPI inti AS pada Desember naik 0,2% dan 2,6% secara tahunan. Level ini di bawah perkiraan sehingga memperkuat spekulasi penurunan suku bunga di masa mendatang.

“Pasar sekarang memperkirakan sekitar dua kali penurunan suku bunga pada 2026,” ujar Ibrahim.

Dia mengatakan, risiko geopolitik juga tetap menjadi fokus utama. Protes anti pemerintah yang terjadi di Iran juga meningkatkan kekhawatiran akan ketidakstabilan yang lebih luas di Timur Tengah.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti