Rupiah Perkasa ke Level 16.700 per Dolar AS saat IHSG Rontok
Nilai tukar rupiah menguat 0,24% ke level 16.727 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Rabu (28/1) di tengah rontoknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks sempat anjlok 6,42% atau 576,52 poin ke level 8.403 pukul 9.01 WIB saat pasar saham baru dibuka.
Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka menguat 51 poin ke level 16.717 per dolar AS. Namun, kurs rupiah bergerak melemah ke level 16.727 hingga pukul 10.50 WIB dari level pembukaan.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan, pergerakan kurs rupiah hari ini dipengaruhi oleh sikap pelaku pasar yang berfokus terhadap pertemuan kebijakan The Federal Reserve. Bank Sentral AS akan mengumumkan kebijakannya pada Rabu (28/1).
“Pelaku pasar secara luas memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap stabil setelah tiga kali pemotongan berturut-turut dalam pertemuan sebelumnya,” kata Ibrahim dalam keterangannya, dikutip Rabu (28/1).
Di sisi lain, perselisihan Presiden AS Donald Trump dengan Ketua Fed Jerome Powell, menimbulkan kekhawatiran tentang independensi Fed dari campur tangan politik juga menjadi sorotan.
Sementara di kondisi domestik, Ibrahim menggambarkan pemerintah diprediksi akan menghadapi tantangan berat dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan utang pada 2026.
“Meski target pembiayaan utang netto dalam RAPBN 2026 tercatat sebesar Rp832,21 triliun, kebutuhan untuk menarik utang baru secara bruto jauh lebih besar, yakni mencapai Rp1.650 triliun,” katanya.
Angka tersebut, menurut Ibrahim, meliputi kebutuhan untuk menutup defisit anggaran serta untuk melunasi pokok utang lama yang jatuh tempo pada tahun berjalan.
Ia mengatakan, risiko utama yang mengemuka adalah risiko pembiayaan kembali (refinancing risk) yang menguat seiring dengan memendeknya tren rata-rata jatuh tempo utang (Average Time to Maturity/ATM), dari 9,73 tahun pada 2014 menjadi prakiraan 7,7 tahun pada 2026.
“Artinya, risiko tidak dapat melakukan pembiayaan kembali atas utang yang jatuh tempo atau adanya potensi biaya utang yang tinggi pada saat refinancing,” kata dia.
Ibrahim juga menilai pemerintah tengah menghadapi risiko kekurangan (shortage risk) akibat ketidakpastian kondisi ekonomi makro dan pasar keuangan global yang membuat investor, khususnya asing, bersikap sangat hati-hati.
“Ketergantungan pada penjualan Surat Berharga Negara (SBN) sebagai instrumen utama pun menghadapi tantangan kompleks. Investor asing dilaporkan masih berada dalam posisi ‘wait and see’, salah satunya mencermati kebijakan fiskal Indonesia yang dinilai kurang hati-hati,” kata Ibrahim.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) meyakini nilai tukar rupiah akan stabil dengan kecenderungan menguat didukung oleh imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Inflasi tahun 2025 tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5% plus minus 1%, dengan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Desember 2025 sebesar 2,92% year-on-year,” kata Perry.
Dolar AS Jeblok ke Level Terlemah Sejak 2022
Rupiah menguat seiring dolar AS yang melemah terhadap mata uang lainnya. Mayoritas mata uang Asia juga melemah terhadap dolar AS. Won Korea Selatan menguat 0,68%, peso Filipina 0,4%, rupee India 0,25%, dolar Taiwan 0,65%, dan ringgit Malaysia 0,79%. Sedangkan yen Jepang melemah 0,34% dan dolar Hong Kong 0,03%
Dolar AS merosot ke level terendah sejak awal 2022 setelah Presiden Donald Trump mengindikasikan, nyaman dengan posisi dolar yang lemah saat ini.
“Tidak, saya pikir itu bagus,” kata Trump kepada wartawan di Iowa pada hari Selasa ketika ditanya apakah ia khawatir tentang penurunan nilai mata uang tersebut.
Ia menilai kondisi dolar AS saat ini baik untuk bisnis dan memiliki kinerja yang bagus. Komentar Trump menambah sentimen terhadap pelemahan dolar yang sudah berada di posisi paling dalam sejak pemberlakuan tarif yang membuat pasar bergejolak tahun lalu.
Ada kekhawatiran bahwa perubahan kebijakan yang tidak menentu akan mendorong investor luar negeri untuk menarik diri dari AS. Setelah komentar Trump, indeks Spot Dolar Bloomberg anjlok hingga 1,2%, karena mata uang AS melemah terhadap semua mata uang utama lainnya sebelum agak stabil dalam perdagangan Asia pada Rabu (28/1).
Trump telah lama menuduh negara-negara lain berupaya menurunkan nilai tukar untuk meningkatkan ekspor dan Menteri Keuangan Scott Bessent telah menyoroti perbedaan antara dolar dan nilainya sebagai mata uang cadangan. Jadi, komentar-komentar terbaru ini dipandang sebagai lampu hijau bagi investor untuk menjual mata uang AS.
IHSG Rontok Hampir 7%
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG anjlok hampir 7% pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (28/1). Pasar saham rontok imbas pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) telah mengumumkan hasil penilaian terkait perubahan metodologi perhitungan porsi saham publik atau free float.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) IHSG ambruk 6,42% atau 576,52 poin ke level 8.403 pukul 9.01 WIB. Volume transaksi perdagangan mencapai 8.000 miliar saham, frekuensi sebanyak 436,25 ribu kali dan kapitalisasi pasar sebesar Rp 15.211 triliun
Adapun salah satu hasil pengumuman MSCI tersebut adalah MSCI memutuskan membekukan sementara sejumlah perubahan indeks yang melibatkan saham-saham Indonesia. Hal ini dilakukan menyusul kekhawatiran investor global terhadap transparansi data kepemilikan saham serta aspek kelayakan investasi (investability) pasar.
Dalam pengumuman tersebut, MSCI menyatakan telah menyelesaikan proses konsultasi terkait penilaian free float saham Indonesia. Dia menyatakan, kebanyakan investor global menyampaikan kekhawatiran terhadap penggunaan Laporan Komposisi Kepemilikan Bulanan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk melihat free float di saham Indonesia meskipun beberapa investor menyatakan dukungan.
IHSG sempat menguat 0,05% ke level 8,980 pada Selasa (27/1). Namun, investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell mencapai Rp 1,6 triliun.