Prabowo Prediksi Dividen BUMN Capai Rp 200 Triliun di 2026
Presiden Prabowo Subianto memprediksi nilai dividen yang diserahkan badan usaha milik negara (BUMN) mencapai Rp 200 triliun tahun ini.
Dia bahkan menyebut dividen ini diproyeksi tercapai tanpa adanya penyertaan modal negara (PMN). Pada 2024 jumlah dividen yang disetor BUMN kepada negara hanya mencapai Rp 85,5 triliun, setelah dikurangi PMN menjadi Rp 53 triliun.
“Artinya, bisa dikatakan meningkat empat kali lebih besar atau 400% tanpa PMN. Ini membuktikan dengan manajemen yang sehat, tidak menipu, maka keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat,” kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI & Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8).
Prabowo mengatakan peningkatan ini terjadi setelah pemerintah mengoreksi laporan keuntungan dari banyak BUMN. Hal ini dilakukan dalam rangka perbaikan oleh pemerintah.
Ke depan, Prabowo mengingatkan pemerintah tidak akan memberikan toleransi atas permainan angka atau laporan palsu dari BUMN.
“Kita harus dapat angka-angka yang benar dan tepat, walaupun kadang-kadang pahit,” ujarnya.
Dia menyampaikan perbaikan ini sebelumnya sudah terlihat di 2025. Pada tahun tersebut, pemerintah mencatat total keuntungan BUMN telah mencapai Rp 326 triliun atau naik 75,3% dari 2024.
Tahun lalu, BUMN juga menyetorkan dividen sebesar Rp 142,3 triliun atau naik 67% dari 2024. Dari total dividen tersebut setelah dipotong PMN jumlahnya Rp 138 triliun, naik 160% dibandingkan periode sebelumnya.
Presiden mengatakan keuntungan BUMN saat ini digunakan untuk mempercepat rencana hilirisasi pemerintah. Danantara saat ini telah melakukan peletakan batu pertama atau memulai 13 proyek hilirisasi yang diresmikan pada 6 Februari dan 13 proyek lainnya diresmikan pada 29 April 2026.
Dari dua gelombang tersebut, hilirisasi yang sedang berjalan adalah batu bara menjadi dimethyl ether (DME) untuk menggantikan LPG, hilirisasi tembaga serta emas, hilirisasi garam industri, smelter alumina menjadi aluminium, termasuk juga proyek sampah menjadi energi yang juga mulai dilakukan.
Prabowo Tutup 750 BUMN Tahun Ini
Tak hanya dividen, dalam kesempatan yang sama Prabowo juga menargetkan akan menutup lebih dari 750 BUMN hingga akhir 2026. Ia menyebut, banyak perusahaan plat merah yang selama ini merugi, tetapi melaporkan keuntungan.
"Hari ini, kita telah menutup 290 BUMN. Pada 31 desember 2026, kami targetkan hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN. 750 lebih bumn akan kita tutup,” kata Prabowo.
Prabowo menegaskan, BUMN merupakan milik rakyat Indonesia, bukan milik direksi maupun sumber dana bagi penguasa.
Ketika membentuk Danantara, menurut dia, pemerintah menemukan terdapat 1.074 BUMN, termasuk anak, cucu, hingga cicit perusahaan.
“BUMN-BUMN ini kadang-kadang, bekerja seenaknya. Tidak bertanggung jawab kepada bangsa, kepada negara. Pemerintah tidak dianggap. Saya tidak paham bagaimana bisa terjadi seperti ini,” katanya.
Karena itu, Prabowo menilai perlunya dibentuk sebuah pengadilan ad hoc untuk mengusut anomali dalam BUMN. Namun, di sisi lain, ia menyebut akan memberikan semacam pengampunan untuk mereka yang mengakui salah.
“Kalau perlu, kita memberi juga peluang semacam amnesti khusus bagi mereka yang tobat, mereka yang sadar, mereka yang mengakui. Nah, ini saya serahkan kepada wakil-wakil rakyat untuk memutuskan,” kata Prabowo.