Pemerintah menggabungkan empat BUMN pertambangan ke dalam satu induk usaha (holding). Selain untuk meningkatkan kapasitas pendanaan, holding yang dipimpin PT Inalum ini juga bertujuan untuk menyerap saham divestasi PT Freeport Indonesia. Nantinya saham pemerintah di tiga BUMN tambang yang menjadi anak usaha akan dialihkan kepada Inalum.

Ketiga BUMN tersebut adalah PT Aneka Tambang dengan kepemilikan saham pemerintah sebesar 65 persen. Selanjutnya PT Bukit Asam dan PT Timah masing-masing 65,02 persen dan 65 persen. Selain itu, pemerintah juga mengikutsertakan saham Freeport sebesar 9,36 persen di bawah kendali Inalum.

Dengan terbentuknya holding, diharapkan tujuan pemerintah untuk mendorong hilirisasi, menguasai sumber daya minerba, hingga mempersiapkan pembelian saham Freeport dapat segera terwujud. Meski demikian, dikhawatirkan skema ini dapat menimbulkan potensi utang untuk membeli saham Freeport.