Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali mendapat teror. Wajah Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal usai salat subuh di masjid sekitar rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara (4/11). Serangan ini dilakukan ketika Novel sedang intens melakukan penyidikan kasus korupsi e-KTP.

(Baca: Novel Disiram Air Keras, KPK Minta Polisi Amankan Penyidik dan Jaksa

Selama kariernya di KPK, Novel berulang kali mendapatkan “gangguan” dari pihak-pihak yang tidak senang dengan upaya Komisi anti-rasuah membongkar praktik korupsi. Novel pernah diintimidasi, ditabrak lari, hingga ditangkap pihak Kepolisian, terutama pada saat KPK mengungkap berbagai kasus yang menyeret nama-nama besar.

(Baca: Kasus-Kasus Besar Korupsi di Tangan Novel yang Menuai Banyak Teror)

Sebelum menjadi penyidik KPK pada 2007, Novel pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu. Pada 2012, Novel memimpin penyidikan kasus korupsi simulator SIM yang melibatkan Inspektur Jenderal Djoko Susilo, mantan Kepala Kepala Korps Lalu Lintas Polri.

(Baca: Novel Diserang, Jokowi: Saya Kutuk Keras, Kapolri Cari Pelakunya)