Di tengah buntunya pembicaraan merger dengan Grab, decacorn Indonesia Gojek dikabarkan berencana bermerger dengan Tokopedia. Kedua startup tersebut bahkan sudah menyetujui persyaratan untuk melakukan uji tuntas (due diligence) bisnis masing-masing. (Baca: Mengapa Animo Belanja Online Tak Surut Meski Tertekan Pandemi?)

Jika terealisasi, nilai valuasi perusahaan hasil merger akan mencapai lebih dari US$ 18 miliar atau Rp 250,2 triliun (kurs US$ 13.900). Saat ini Gojek memiliki valuasi US$ 10 miliar, sedangkan Tokopedia menurut data CB Insight sebesar US$ 7 miliar. Namun valuasi Tokopedia diperkirakan lebih tinggi setelah mendapatkan dana segar dari Google dan Temasek pada akhir 2020 lalu.

Perbincangan merger kedua perusahaan menurut informasi, telah dilakukan sejak 2018. Kemudian diskusi ini kembali muncul lagi karena rencana Gojek dan Grab belum menemukan titik temu. (Baca: Mengukur Monopoli Bisnis Digital Facebook dan Google)

Bos SoftBank, Masayoshi Son, pun dirumorkan mendukung merger antara Gojek dan Tokopedia. Mengutip Kompas.id, bentuk dari perusahaan ini kabarnya sudah disepakati, yaitu sistem pembayaran (Gopay), logistik (Gosend, Gofood, dan Gobox), dan perdagangan (Tokopedia). (Baca: Resep TikTok Merebut Pasar YouTube dan Instagram)