Iran menutup Selat Hormuz pasca serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu. Sebagai jalur transportasi penting untuk rantai pasok minyak dunia, penutupan ini menghambat transportasi kapal tanker dan berdampak pada naiknya harga minyak mentah. 

Harga minyak mentah naik dari kisaran US$ 60-70 per barel sebelum konflik, menjadi volatil di atas US$ 90 per barel. Kenaikan terjadi baik pada minyak mentah Brent maupun West Texas Intermediate (WTI)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, sebelumnya menyebut kapasitas penyimpanan minyak Indonesia aman untuk 20 hari jika impor terganggu. Sebagai perbandingan, penyimpanan minyak Jepang dapat menampung kebutuhan hingga 254 hari. 

Bahlil menyebut, kapasitas penyimpanan minyak Indonesia sebetulnya masih bisa ditingkatkan. Ia juga mengimbau masyarakat tak perlu panik akan pasokan minyak.

“Di Timur Tengah itu kita cuma impor minyak mentah, sementara minyak jadinya kita impor dari negara Asia Tenggara dan produksi dalam negeri,” katanya, Senin, 10 Maret.

Presiden Prabowo sempat berencana bertandang ke Teheran untuk memediasi AS dan Iran. Namun, tawaran tersebut ditolak Iran. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengaku skeptis bisa bernegosiasi dengan AS untuk menghentikan konflik.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Bintan Insani