Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit turun tajam pada pekan keempat Mei 2026. Penurunan harga ini terjadi tepat setelah pemerintah mengumumkan kebijakan ekspor komoditas satu pintu via PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).
Merujuk data Sistem Informasi Indeks K dan Harga TBS (SIDIKH TBS), harga TBS turun 7,3% secara mingguan ke level Rp3.222,9 pada minggu keempat Mei 2026. Sebelumnya, harga TBS mencapai Rp3.543,5 per kilogram pada pekan ketiga Mei.
Mengutip laporan The Edge Malaysia, sumber industri sawit membeberkan sejumlah perusahaan besar telah memiliki stok cukup. Ini membuat mereka menunggu kepastian aturan ekspor sebelum kembali meningkatkan penyerapan bahan baku.
Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya meredam gejolak dengan meminta industri tetap beroperasi normal selama masa transisi. Menurut Wamentan Sudaryono, gejolak harga terjadi akibat minimnya pemahaman terkait kebijakan baru.
“Gejolak harga disebabkan kekhawatiran, ketidakpastian, dan belum meratanya pemahaman terkait kebijakan baru ekspor satu pintu,” katanya pada Jumat, 29 Mei 2026, dikutip dari Instagram Kementerian Pertanian.
Sudaryono juga mengungkapkan pemerintah telah mengidentifikasi 139 pabrik kelapa sawit (PKS) membeli TBS di bawah harga ketetapan pemerintah daerah. Meski begitu, 16 perusahaan sudah kembali membeli TBS di harga normal.
Pemerintah mengancam pencabutan izin perusahaan pembeli TBS dengan harga di bawah ketetapan. Selain itu, pemerintah daerah telah diminta untuk memperketat pengawasan harga TBS di daerah masing-masing.