Daftar Harga Rokok 2024 setelah Cukai Naik 10% per 1 Januari 2024

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/YU
Ilustrasi, rokok.
Penulis: Nadhira Shafa
Editor: Agung
19/12/2023, 20.05 WIB

Tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok  akan naik 10% pada 1 Januari 2024, yang akan menyebabkan harga eceran rokok juga naik. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 191/PMK.010/2022 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau berupa Sigaret, Cerutu, Rokok Daun atau Klobot, dan Tembakau Iris (TiS).

Pada PMK 191/PMK.010/2022 ini, pemerintah memang sudah menetapkan batasan harga jual eceran dan tarif cukai per batang untuk hasil tembakau buatan dalam negeri. Di dalam lampiran satu aturan ini berisi batasan harga jual buatan dalam negeri untuk 2023 dan 2024, dan pada lampiran dua untuk produk impor pada 2023 dan 2024.

"Batasan Harga Jual Eceran per Batang atau Gram dan tarif cukai per batang atau gram Hasil Tembakau buatan dalam negeri sebagaimana tercantum dalam Lampiran I huruf B Peraturan Menteri ini mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2024," bunyi Pasal 2 ayat (2) huruf b aturan tersebut.

Kenaikan harga rokok ini mempertimbangkan aspek pengendalian konsumsi, keberlangsungan industri, target penerimaan, dan pemberantasan rokok ilegal. Berikut batasan harga jual eceren rokok per batang mulai 1 januari 2024:

KENAIKAN TARIF CUKAI ROKOK (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/wsj.)

Harga Jual Rokok per Batang 2024

1. Sigaret Kretek Mesin (SKM)

  • Golongan I: Cukai naik  11,8%: harga jual eceran terendah Rp 2.260 per batang, sebelumnya Rp 2.055 per batang
  • Golongan II: Cukai naik 11,5%: harga jual eceran terendah Rp 1.380 per batang, sebelumnya Rp 1.255 per batang

2. Sigaret Putih Mesin (SPM)

  • Golongan I: Cukai naik 11,9%; harga jual eceran paling rendah Rp 2.380/batang, naik dibandingkan tahun ini yang paling rendah Rp 2.165/batang
  • Golongan II: Cukai naik 11,8%; harga jual eceran paling rendah Rp 1.465/batang, naik dibandingkan tahun ini yang paling rendah Rp 1.295/batang

3. Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau SPT

  • Golongan I: Cukai naik 4,7%: harga jual eceran paling rendah Rp 1.375/batang sampai Rp 1.980/batang, naik dibandingkan tahun ini yang paling rendah Rp 1.250/batang sampai Rp 1.800/batang
  • Golongan II: Cukai naik 4,2%: harga jual eceran paling rendah Rp 865, naik dibandingkan tahun ini yang paling rendah Rp 720
  • Golongan III: Cukai naik 3,3%: harga jual eceran paling rendah Rp 725, naik dibandingkan tahun ini yang paling rendah Rp 605

4. Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) atau Sigaret Putih Tangan Filter (SPTF)

Cukai naik 11,8%: harga jual eceran paling rendah Rp 2.260/batang, naik dibandingkan tahun ini yang paling rendah Rp 2.055/batang.

5. Sigaret Kelembak Kemenyan (KLM)

  • Golongan I: Cukai naik 4,7%; harga jual eceran paling rendah Rp 950, naik dibandingkan tahun ini yang paling rendah Rp 860.
  • Golongan II: Cukai tetap, harga jual eceran paling rendah Rp 200, tidak berubah dari tahun ini.

6. Jenis Tembakau Iris (TIS)

Cukai tetap, harga jual paling rendah Rp 55-180, tidak berubah dari tahun ini.

7. Jenis Rokok Daun atau Klobot (KLB)

Cukai tetap; harga jual paling rendah Rp 290, tidak berubah dari tahun ini.

8. Jenis Cerutu (CRT)

Cukai tetap, harga jual paling rendah Rp 495 sampai Rp 5.500, tidak berubah dari tahun ini.

Demikian informasi tentang perubahan harga rokok 2024. Diketahui kenaikan harga rokok tahun depan utamanya pada produk sigaret kretek tangan dan mesin, imbas dari kenaikan cukai sekitar 11%.