5 Bisnis yang Auto Cuan Menjelang Lebaran, Berpeluang Tambah Pundi-Pundi Rupiah
Bulan Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri selalu menjadi momentum masyarakat untuk meningkatkan spending budget bulanan dengan lebih banyak berbelanja.. Tradisi mudik, berbagi hampers, membeli baju baru, hingga menyiapkan hidangan khas Lebaran membuat perputaran uang meningkat signifikan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pengeluaran rumah tangga dapat meningkat sekitar 20–30% menjelang Idul Fitri. Lonjakan tersebut menciptakan peluang usaha musiman yang menarik bagi masyarakat yang ingin meraih penghasilan tambahan. Bahkan dengan modal terbatas, sejumlah bisnis yang auto cuan menjelang lebaran dapat dijalankan dari rumah.
Deretan Bisnis yang Auto Cuan Menjelang Lebaran
Berikut prediksi lima bisnis yang auto cuan menjelang lebaran. Berbagai usaha berikut dapat dijalankan dengan modal yang terbatas dan dapat dikerjakan dari rumah.
1. Kue Kering dan Hampers Lebaran
Tradisi menyuguhkan kue kering saat Idul Fitri sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Nastar, kastengel dan putri salju hampir selalu hadir di meja tamu.
Produk seperti ini dapat dijual dalam bentuk toples satuan maupun dikemas sebagai hampers lebaran dengan tampilan yang menarik. Supaya customer lebih tertarik, biasanya kemasan dibuat tampak premium agar mampu menarik segmen pasar menengah ke atas.
Strategi pre-order sangat disarankan untuk meminimalkan risiko kelebihan stok. Sementara itu, produksi kue bisa dilakukan berdasarkan jumlah pesanan sehingga arus kas lebih terkontrol. Dengan manajemen keuangan yang baik, usaha ini berpotensi berkembang, bahkan setelah hari raya berakhir.
2. Busana Muslim dan Baju Lebaran
Permintaan busana muslim seperti gamis, koko, hijab dan pakaian anak meningkat tajam menjelang Idul Fitri. Tradisi mengenakan pakaian baru saat Hari Raya Idul Fitri mendorong lonjakan penjualan di pusat perbelanjaan maupun platform online..
Sektor fashion memang termasuk bisnis yang auto cuan menjelang lebaran karena daya belinya konsisten setiap tahun. Bagi yang tidak ingin memproduksi sendiri, sistem reseller atau dropship dapat menjadi solusi karena modalnya terbilang lebih ringan.
Supaya survive jualan baju, ada baiknya untuk mengikuti trend warna dan model yang sedang diminati agar produk lebih cepat terjual.
3. Parsel dan Paket Sembako
Tradisi berbagi kepada keluarga dan rekan kerja menjadikan parsel sebagai barang yang selalu diminati menjelang Hari Raya Idul Fitri. Selain makanan ringan, paket berisi sembako juga memiliki market tersendiri, terutama bagi perusahaan yang ingin memberikan THR barang kepada karyawan.
Supaya bisnis ini bisa berkembang, sebaiknya Anda berani bekerjasama dengan distributor bahan pokok agar margin keuntungan lebih besar. Untuk itu, Anda harus pintar-pintar mencari relasi, terutama kontak ke supplier atau distributor sembako.
4. Jasa Pembuatan Amplop THR Custom
Meski transaksi digital semakin marak, tradisi pemberian Tunjangan Hari Raya dalam bentuk tunai masih banyak dilakukan. Kondisi ini membuka peluang usaha kreatif berupa pembuatan amplop THR dengan desain yang menarik.
Bisnis ini sangat ramah pemula karena dapat dimulai dengan modal relatif kecil. Desain dapat dibuat secara digital, kemudian dicetak melalui percetakan lokal atau menggunakan layanan print on demand.
Penjualan bisa dilakukan melalui e-commerce maupun dititipkan ke warung-warung terdekat agar menarik minat lebih banyak customer.
5. Makanan Siap Saji dan Frozen Food
Hidangan khas seperti ketupat, opor ayam, rendang dan sayur bersantan menjadi menu wajib saat Idul Fitri. Sayangnya, tidak semua keluarga memiliki waktu untuk memasak sendiri, sehingga banyak juga yang lebih memilih membeli makanan siap saji.
Selain itu, jenis makanan tinggal goreng seperti frozen food sangat bisa dijual menjelang lebaran karena sifatnya yang praktis. Ini karena tidak semua orang punya waktu untuk memasak sehingga makanan siap saji bisa jadi solusi dan dibutuhkan oleh banyak orang.
Strategi Agar Dagangan Cepat Laku
Meskipun peluang bisnis menjelang lebaran terbuka luas, persaingan juga meningkat pesat akibat lebih banyaknya pedagang yang berjualan di momen menjelang Idul Fitri. Beberapa strategi berikut ini dapat diterapkan untuk meningkatkan penjualan:
- Menerapkan Sistem Pre-Order: Langkah ini bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kerugian akibat stok berlebih.
- Optimalisasi Pemasaran Digital: Media sosial dan marketplace memperluas jangkauan produk tanpa biaya besar. Cobalah untuk melakukan promosi secara konsisten agar produk bisa terjual lebih cepat.
- Menjaga Kualitas Produk dan Layanan: Reputasi yang baik meningkatkan peluang Repeat Order. Ada baiknya untuk mengusahakan kualitas produk agar tetap diminati dan tidak tenggelam diantara banyaknya pesaing baru.