Inilah 5 Drone Terbesar di Dunia, Milik AS-Inggris-China

Chengduxian.com
Drone terbesar di dunia, WZ-7 Soaring Dragon milik China
Penulis: Izzul Millati
Editor: Safrezi
10/3/2026, 11.14 WIB

Perkembangan teknologi pesawat tanpa awak atau unmanned aerial vehicle (UAV) dalam beberapa dekade terakhir berlangsung sangat pesat. Drone yang pada awalnya digunakan untuk kebutuhan pengintaian sederhana kini berkembang menjadi alat militer yang mampu menjalankan berbagai misi kompleks.

Salah satu perkembangan yang menarik perhatian adalah kemunculan drone terbesar di dunia yang memiliki ukuran hampir setara dengan pesawat tempur atau bahkan pesawat komersial kecil. Drone berukuran besar ini biasanya dirancang untuk misi pengawasan jarak jauh, operasi militer, hingga pengumpulan data intelijen di wilayah yang sulit dijangkau.

Negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Inggris, dan China menjadi pelopor dalam pengembangan drone terbesar dengan kemampuan jelajah yang tinggi serta kemampuan membawa berbagai peralatan militer.

Deretan Drone Terbesar di Dunia

Drone terbesar di dunia biasanya juga memiliki sayap yang sangat lebar, daya jelajah ribuan kilometer, serta kemampuan bertahan di udara selama puluhan jam tanpa perlu mendarat. 

Berikut lima drone terbesar di dunia yang dikembangkan oleh negara-negara besar dengan kemampuan luar biasa.

1. Northrop Grumman RQ-4 Global Hawk (Amerika Serikat)

Northrop Grumman RQ-4 Global Hawk (kompas.com)

 

Salah satu drone terbesar di dunia yang paling terkenal adalah RQ-4 Global Hawk yang dikembangkan oleh perusahaan Northrop Grumman dari Amerika Serikat. Drone ini dirancang sebagai pesawat pengintai jarak jauh dengan kemampuan terbang pada ketinggian sangat tinggi.

Global Hawk digunakan oleh militer Amerika Serikat untuk misi pengawasan strategis di berbagai wilayah dunia.

Beberapa spesifikasi utama dari drone terbesar ini antara lain:

  • Memiliki rentang sayap sekitar 39,9 meter, hampir setara dengan pesawat Boeing 737 generasi awal.
  • Mampu terbang pada ketinggian lebih dari 18.000 meter, sehingga sulit dijangkau sistem pertahanan udara biasa.
  • Memiliki daya jelajah lebih dari 22.000 kilometer dengan durasi terbang hingga lebih dari 30 jam.
  • Dilengkapi sensor pengintaian canggih seperti radar SAR (Synthetic Aperture Radar), kamera elektro-optik, dan inframerah untuk memantau wilayah luas.
  • Digunakan oleh militer Amerika Serikat dalam misi pengawasan strategis di Afghanistan, Irak, Suriah, Korea Selatan, serta kawasan Laut China Selatan.
  • Juga digunakan dalam operasi NATO di Eropa dan Timur Tengah untuk pemantauan keamanan dan pergerakan militer.

Ukuran besar dan kemampuan terbang lama membuat Global Hawk menjadi salah satu drone terbesar yang paling berpengaruh dalam teknologi militer modern.

2. MQ-9 Reaper (Amerika Serikat)

MQ-9 Reaper (wikimedia.org)

 

Selain Global Hawk, Amerika Serikat juga mengembangkan MQ-9 Reaper yang dikenal sebagai drone tempur dengan ukuran besar dan kemampuan persenjataan yang kuat. MQ-9 Reaper dirancang untuk menjalankan misi pengawasan sekaligus serangan presisi terhadap target tertentu.

Beberapa karakteristik drone terbesar ini antara lain:

  • Memiliki rentang sayap sekitar 20 meter dengan panjang badan sekitar 11 meter.
  • Mampu terbang lebih dari 27 jam dengan kecepatan maksimum sekitar 480 km/jam.
  • Dapat membawa persenjataan seperti rudal AGM-114 Hellfire, bom berpemandu laser GBU-12 Paveway II, dan bom pintar GBU-38 JDAM.
  • Digunakan dalam operasi militer Amerika Serikat di Afghanistan, Irak, Suriah, dan Somalia untuk melawan kelompok militan.
  • Juga digunakan oleh Angkatan Udara Inggris, Italia, Prancis, dan Spanyol dalam misi pengawasan dan operasi militer.
  • Memiliki sistem sensor kamera beresolusi tinggi yang mampu mengidentifikasi target dari jarak puluhan kilometer.

3. Chengdu Wing Loong II (China)

wing loong II (Youtube DefAsia)

 

China juga mengembangkan drone terbesar yang dikenal dengan nama Wing Loong II. Drone ini merupakan salah satu pesawat tanpa awak terbesar yang diproduksi oleh industri pertahanan China. Wing Loong II sering digunakan dalam misi pengawasan dan operasi militer di berbagai wilayah.

Beberapa spesifikasi drone ini antara lain:

  • Memiliki rentang sayap sekitar 20,5 meter dengan panjang badan sekitar 11 meter.
  • Mampu terbang hingga 30–32 jam dalam satu misi operasi.
  • Memiliki kapasitas muatan senjata hingga sekitar 400 kilogram.
  • Dilengkapi sistem pengintaian elektro-optik, kamera inframerah, dan radar modern.
  • Dapat membawa berbagai persenjataan seperti rudal anti-tank dan bom berpemandu presisi.
  • Digunakan oleh beberapa negara seperti Pakistan, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Mesir, Kazakhstan, dan Uzbekistan.
  • Pernah digunakan dalam operasi militer di Timur Tengah dan Afrika Utara untuk misi pengawasan dan serangan udara.

4. BAE Systems Taranis (Inggris)

Inggris juga mengembangkan drone terbesar melalui proyek Taranis yang dirancang oleh BAE Systems. Drone ini merupakan proyek teknologi militer yang dirancang untuk menjadi pesawat tempur tanpa awak masa depan.

Beberapa keunggulan drone ini antara lain:

  • Memiliki desain stealth futuristik yang membuatnya sulit terdeteksi radar musuh.
  • Dirancang sebagai drone tempur generasi masa depan yang mampu beroperasi tanpa pilot di kokpit.
  • Dapat melakukan misi pengintaian, pengawasan, dan serangan presisi secara otomatis.
  • Menggunakan sistem kecerdasan buatan dan navigasi otonom untuk menentukan rute penerbangan.
  • Dikembangkan oleh BAE Systems bersama Kementerian Pertahanan Inggris sebagai bagian dari program teknologi militer masa depan.
  • Uji coba penerbangan pernah dilakukan di Australia untuk menguji kemampuan stealth dan sistem otomatisnya.

5. WZ-7 Soaring Dragon (China)

Drone terbesar lain yang dikembangkan China adalah WZ-7 Soaring Dragon. Drone ini memiliki desain unik dengan sayap ganda yang memberikan stabilitas lebih baik saat terbang di ketinggian.

WZ-7 dirancang untuk misi pengawasan strategis dan pengumpulan data intelijen.

  • Memiliki desain sayap ganda (joined wing) yang memberikan stabilitas lebih baik saat terbang di ketinggian tinggi.
  • Diperkirakan memiliki rentang sayap sekitar 25 meter dengan struktur aerodinamis yang efisien.
  • Dirancang untuk misi pengawasan jarak jauh dan patroli wilayah luas.
  • Dilengkapi radar canggih dan sensor intelijen elektronik untuk memantau aktivitas militer.
  • Digunakan oleh militer China untuk mengawasi wilayah Laut China Selatan, Laut China Timur, dan perbatasan Asia Timur.

Perkembangan teknologi pesawat tanpa awak telah menghasilkan berbagai inovasi dalam industri penerbangan militer. Salah satu hasilnya adalah kemunculan drone terbesar di dunia yang memiliki ukuran besar serta kemampuan operasional yang sangat canggih.

Kedepannya, perkembangan drone diperkirakan akan terus meningkat seiring kemajuan teknologi penerbangan, kecerdasan buatan, dan sistem pengawasan jarak jauh.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.