Daftar Negara yang Tankernya Boleh Lewat Selat Hormuz oleh Iran: Ada Indonesia
Iran kini hanya mengizinkan kapal tertentu melintasi Selat Hormuz, jalur laut strategis yang sempat dibatasi di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Berdasarkan laporan perusahaan intelijen maritim Windward, sejumlah kapal berhasil melintasi perairan Iran pada 15-16 Maret 2026.
"Rute baru ini menunjukkan bagaimana blokade selektif Iran memungkinkan sekutu dan pendukungnya melakukan transit," demikian bunyi laporan itu.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur air paling strategis di dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.
Per Maret 2026, wilayah ini menjadi pusat perhatian global karena ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Adapun pemberian izin ini dilakukan secara selektif, seiring mulai adanya komunikasi dan kesepakatan dengan beberapa negara terkait keamanan pelayaran.
Lantas, apa saja daftar negara yang tankernya boleh lewat Selat Hormuz oleh Iran? Berikut di bawah ini informasinya.
Daftar Negara yang Tankernya Boleh Lewat Selat Hormuz
Berikut ini informasi mengenai sejumlah negara yang mendapatkan izin khusus melintasi Selat Hormuz.
1. Pakistan
Kapal tanker berbendera Pakistan bernama Karachi dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz. Kapal jenis Aframax itu keluar dari Teluk melalui jalur yang diizinkan Iran.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, melalui unggahannya di platform X.
“Saya dengan senang hati menyampaikan kabar baik bahwa Pemerintah Iran telah setuju mengizinkan 20 kapal tambahan berbendera Pakistan untuk melintasi Selat Hormuz; dua kapal akan melintas setiap hari,” tulis Ishaq, dikutip Minggu (29/3).
Ia menilai langkah tersebut sebagai gestur positif dan konstruktif dari Iran serta diharapkan dapat membantu menciptakan stabilitas di kawasan.
2. India
Pada 15 Maret, setidaknya dua kapal tanker pengangkut gas minyak cair (LPG) India berhasil melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan di India setelah adanya komunikasi antara kedua negara.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, mengatakan kedua kapal tersebut diizinkan melintas di tengah kondisi selat yang sempat terganggu. Namun, ia juga mengungkapkan masih terdapat 22 kapal berbendera India yang tertahan di Teluk Persia, terdiri dari kapal LPG, LNG, dan tanker minyak mentah.
Perkembangan terbaru menunjukkan dua kapal LPG India, BW Tyr dan BW Elm, telah keluar dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz dan melanjutkan perjalanan menuju India, berdasarkan data pelacakan kapal, Minggu (29/3).
3. Turki
Kapal Turki juga mendapat izin dari otoritas Iran. Izin diberikan kepada salah satu kapal yang sebelumnya berada di dekat perairan Iran setelah melalui persetujuan langsung dari Teheran.
4. China
Teheran telah memberikan jaminan bahwa kapal-kapal China termasuk tanker negara itu boleh melewati Selat Hormuz.
Meskipun demikian, dua kapal berbendera China menunda keberangkatan mereka keluar Selat Hormuz pada Sabtu (28/3). Belum diketahui alasan penundaan tersebut, dikutip dari Reuters.
5. Spanyol
Selain China, negara Eropa seperti Prancis dan Italia juga mengajukan permintaan serupa kepada Iran.
Namun sejauh ini baru Spanyol yang mendapatkan sinyal dari Iran untuk diperbolehkan melewati Selat Hormuz, dikutip dari the Independent.
Duta Besar Iran untuk Spanyol sebelumnya mengumumkan di akun medsos X bahwa Spanyol diperbolehkan lewati selat tersebut karena mematuhi hukum internasional, bukan bagian dari sekutu musuh yang memerangi Teheran.
6. Malaysia
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan kapal tanker negaranya telah diizinkan melewati Selat Hormuz.
"Kami sedang dalam proses mengupayakan pembebasan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang," kata Anwar, dikutip Al Jazeera.
Melansir The Standard, Iran juga memperbolehkan kapal-kapal dari Rusia, Irak, dan Bangladesh dapat dengan aman melewati Selat Hormuz.
Selain itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut kapal dari AS, Israel, dan negara-negara musuh tetap tidak diperbolehkan lewat.
Sebelumnya, Iran menutup Selat Hormuz pasca serangan AS-Israel, namun tetap membuka jalur secara terbatas bagi negara non-AS.
Kebijakan ini berdampak signifikan pada perdagangan global, karena sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia melewati jalur strategis ini.
7. Thailand
Thailand juga memperoleh izin dari Iran, sehingga kapal tankernya kini dapat melintasi Selat Hormuz di tengah ketegangan kawasan yang berdampak pada rantai pasok energi global.
Kesepakatan ini disampaikan oleh Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, dalam konferensi pers di Bangkok, Sabtu (28/3).
“Kesepakatan telah dicapai agar kapal tanker minyak Thailand dapat melintas dengan aman melalui Selat Hormuz,” ujarnya.
Ia menilai kesepakatan tersebut dapat meredakan kekhawatiran atas gangguan pasokan energi.
8. Indonesia
Terakhir, ada Indonesia dimana Iran juga memberikan sinyal positif bagi kapal nasional agar dapat kembali melintasi Selat Hormuz setelah sempat tertahan akibat konflik.
“Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan koordinasi Kemlu dan KBRI Teheran dengan pihak Pertamina, Kedubes Iran di Jakarta dan pihak-pihak Iran terkait di Teheran, Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz,” kata Jubir I Kemlu, Yvonne Mewengkang.
Kabar tersebut disambut oleh PT Pertamina International Shipping yang tengah membahas aspek teknis. Dua kapal tanker, Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih menunggu kesiapan teknis sebelum dapat melintas dengan aman.
Demikian informasi mengenai daftar negara yang tankernya boleh lewat Selat Hormuz oleh Iran dan lainnya yang bisa disimak.