7 Proyek PLTS Segera Ditender, ini Daftar Lokasi dan Kapasitasnya
Proyek PLTS segera ditender, pemerintah Indonesia menyiapkan sejumlah proyek energi terbarukan untuk mempercepat pencapaian target pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp (gigawatt peak). Dalam tahap awal program tersebut, terdapat tujuh proyek PLTS yang akan ditawarkan kepada perusahaan swasta melalui mekanisme tender.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan rencana tersebut saat peluncuran Program Strategis PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Jembrana, Bali, pada 25 Agustus 2026.
“Tim yang akan melakukan tender nantinya sesuai dengan arahan Pak Presiden,” kata Bahlil Lahadalia dalam peluncuran Program PLTS 100 GWp dilansir dari Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (25/8).
7 Proyek PLTS Segera Ditender, Ini Daftar Lokasinya
Proyek-proyek ini mencakup pembangkit tenaga surya terapung di sejumlah waduk, hingga PLTS yang dilengkapi sistem penyimpanan energi. Berikut tujuh proyek yang disiapkan pemerintah untuk masuk proses tender:
1. PLTS Terapung Jatiluhur
PLTS Terapung Jatiluhur menjadi proyek dengan kapasitas terbesar dalam daftar awal tersebut. Proyek ini berlokasi di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dengan kapasitas mencapai 1.688 MWp.
Pengembangan PLTS terapung di waduk tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memanfaatkan area perairan untuk meningkatkan kapasitas pembangkit energi surya tanpa harus menggunakan lahan daratan dalam jumlah besar.
2. PLTS Terapung Cirata
Proyek kedua adalah PLTS Terapung Cirata yang berlokasi di Waduk Cirata, Jawa Barat. Kapasitas proyek yang disiapkan mencapai 1.250 MWp.
Cirata sebelumnya telah dikenal sebagai lokasi pengembangan PLTS terapung. Pengembangan lanjutan di kawasan tersebut menjadi salah satu proyek besar yang masuk dalam rencana tender pemerintah.
3. PLTS Terapung Jatigede
Selanjutnya terdapat PLTS Terapung Jatigede dengan kapasitas 636 MWp. Proyek ini berada di Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Jatigede juga telah menjadi salah satu kawasan penting dalam pengembangan infrastruktur energi di Jawa Barat. Kementerian ESDM sebelum nya mencatat PLTA Jatigede sebagai salah satu proyek strategis ketenagalistrikan yang diresmikan pemerintah.
4. PLTS dan BESS Klaster Madura
Proyek berikutnya berada di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Pemerintah menyiapkan PLTS+BESS Klaster Madura dengan kapasitas 605 MWp.
BESS merupakan singkatan dari Battery Energy Storage System, yaitu sistem penyimpanan energi berbasis baterai. Integrasi PLTS dengan BESS ditujukan untuk membantu menjaga keandalan pasokan listrik ketika produksi listrik dari tenaga surya berubah mengikuti kondisi Matahari.
Proyek Madura juga diarahkan untuk mendukung program pengurangan ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar minyak.
5. PLTS Gilimanuk
Proyek kelima adalah PLTS Gilimanuk yang berlokasi di Kabupaten Jembrana, Bali. Kapasitas pembangkit yang disiapkan mencapai 300 MWp.
Proyek ini menjadi salah satu bagian dari rencana pemanfaatan energi surya untuk mengurangi penggunaan BBM dalam sistem kelistrikan Bali. Peluncuran Program Strategis PLTS 100 GWp sendiri dilakukan di kawasan Gilimanuk pada 25 Agustus 2026.
6. PLTS Buleleng
Selanjutnya terdapat PLTS Buleleng dengan kapasitas 118 MWp. Proyek ini berlokasi di Kabupaten Buleleng, Bali.
Masuknya proyek Buleleng dalam daftar tender menunjukkan bahwa Bali menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam pengembangan pembangkit listrik berbasis energi surya. Selain mendukung ketahanan energi, pengembangan PLTS juga menjadi bagian dari agenda transisi energi pemerintah.
7. PLTS Lahan Bank Tanah Purwakarta
Proyek ketujuh adalah PLTS yang memanfaatkan lahan Bank Tanah di Purwakarta, Jawa Barat. Kapasitas proyek tersebut mencapai 69 MWp.
Pemanfaatan lahan Bank Tanah menjadi salah satu pendekatan pemerintah untuk menyediakan lokasi bagi pembangkit energi surya. Proyek ini melengkapi sejumlah proyek PLTS terapung berkapasitas besar yang juga dikembangkan di wilayah Jawa Barat.
Total Kapasitas 7 Proyek PLTS
Apabila kapasitas ketujuh proyek tersebut dijumlahkan berdasarkan angka yang diumumkan pemerintah, totalnya mencapai sekitar 4,67 GWp atau lebih dari 4.600 MWp. Rinciannya adalah Jatiluhur 1.688 MWp, Cirata 1.250 MWp, Jatigede 636 MWp, Madura 605 MWp, Gilimanuk 300 MWp, Buleleng 118 MWp, dan Purwakarta 69 MWp.
Angka tersebut menunjukkan besarnya skala tahap awal program PLTS 100 GWp. Pemerintah menargetkan program tersebut dapat dieksekusi secara masif dalam tiga tahun.
Bahlil menyebut proyek-proyek tersebut akan terlebih dahulu ditawarkan kepada perusahaan pembangkit listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP). Apabila perusahaan swasta dapat memberikan harga yang kompetitif, proyek akan diberikan kepada IPP.
Namun, pemerintah juga menyiapkan skenario alternatif. Apabila tidak ada investor yang berminat atau penawaran harga dinilai tidak kompetitif, pembangunan dapat diambil alih pemerintah melalui Danantara.
Bagian dari Target PLTS 100 GWp
Tujuh proyek yang akan ditender tersebut merupakan bagian dari agenda lebih besar pemerintah untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya nasional hingga 100 GWp.
Menteri ESDM sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah sedang mendorong pemanfaatan energi surya sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan energi fosil. Kementerian ESDM juga menekankan bahwa pengembangan PLTS membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar target tersebut dapat direalisasikan.
Program tersebut diharapkan tidak hanya menambah kapasitas pembangkit energi terbarukan, tetapi juga mendukung ketahanan energi nasional. Pengembangan PLTS dengan sistem penyimpanan seperti BESS juga dapat membantu meningkatkan fleksibilitas sistem kelistrikan.
7 proyek PLTS segera ditender, meliputi Jatiluhur dan Cirata di Purwakarta, Jatigede di Sumedang, klaster Madura di Sumenep, Gilimanuk dan Buleleng di Bali, serta PLTS berbasis lahan Bank Tanah di Purwakarta. Ketujuh proyek tersebut memiliki total kapasitas sekitar 4,67 GWp dan menjadi bagian dari langkah awal pemerintah dalam mengejar target PLTS 100 GWp.