Menjawab Misinformasi Vaksin Gotong Royong

Biaya sekitar Rp 500 ribu pr dosis vaksin akan dibebankan kepada perusahaan tempat karyawan bekerja.
Image title
20 Mei 2021, 06:00
Menjawab Misinformasi Vaksin Gotong Royong
ANTARA FOTO/HO/Setpres-Lukas/wpa/foc.
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Ketua KADIN Rosan P Roeslani (tengah) meninjau pelaksanaan perdana program vaksinasi gotong-royong di Pabrik PT Unilever Indonesia Tbk, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/5/2021).

Program vaksinasi gotong royong mulai dilaksanakan pekan ini. Tahap pertama vaksinasi bagi karyawan perusahaan swasta ini dilaksanakan bersamaan beberapa perusahaan di kawasan industri Jababeka, Kabupaten Bekasi.

Sayangnya masih ada beberapa misinformasi terkait biaya vaksin yang akan ditanggung oleh pekerja, maupun kualitas vaksin yang diberikan.

Vaksinasi gotong royong adalah kebijakan pemberian vaksin Covid-19 secara mandiri oleh badan usaha. Harapannya, dengan melibatan pihak swasta, dapat mempercepat tercapainya kekebalan secara massal (herd immunity) di masyarakat.

Pelaksanaan program ini diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19. Salah satu poin penting yang tercantum di dalamnya adalah vaksinasi mandiri untuk karyawan tidak akan dipungut biaya ke pekerja.

Advertisement

Hal ini ditegaskan kembali oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Bambang Heriyanto. Menurutnya, vaksinasi yang sudah diprogramkan pemerintah gratis. 

“Hanya beda masalah pembiayaan. Kalau mau ikut vaksinasi dari pemerintah berarti menunggu giliran. Sedangkan vaksin gotong royong ini tetap gratis tapi ditanggung oleh pengusaha,” ujar Bambang dalam dialog bertajuk “Indonesia Siap Vaksin Gotong Royong” yang diselenggarakan Kominfo, awal Mei lalu.

Ketentuan mengenai vaksin gotong royong gratis ini juga diatur dalam Pasal 3 Ayat 5 Permenkes Nomor 10 Tahun 2021. Jadi harga yang telah ditetapkan pemerintah Rp 500 ribu per dosis akan ditanggung oleh perusahaan yang ikut dalam program.

Untuk itu, pengusaha perlu menyediakan dana sekitar Rp 1 juta untuk vaksinasi satu orang karyawan, mengingat vaksinasi Covid-19 dilakukan sebanyak dua kali penyuntikan.

Sampai saat ini, ada dua jenis vaksin yang sudah tersedia yakni Sinopharm dan Cansino. Vaksin Sinopharm tersedia sebanyak 500 ribu dosis dari komitmen pasokan sebesar 7,5 juta dosis. Vaksin jenis ini mempunyai tingkat efikasi (persentase penurunan kejadian pada kelompok orang yang divaksinasi ) 79,4 persen dan 72,5 persen. Sedangkan pasokan vaksin Cansino sebanyak 5 juta dosis dengan tingkat efikasi sebesar 65,7 persen. 

Terkait penggunaannya, vaksin Sinopharm telah mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Sementara bicara aspek keamanan, efek samping yang ditemukan akibat Vaksin Sinopharm bersifat ringan seperti bengkak, kemerahan, sakit kepala, nyeri otot, dan batuk. 

Untuk perusahaan swasta yang ingin mengikuti program vaksinasi gotong royong dapat mendaftar melalui situs resmi yang dibuat Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) yakni vaksin.kadin.id. Pendaftaran masih berlangsung sampai 21 Mei 2021.

Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani pada acara “Peninjauan Vaksinasi Covid-19 Gotong Royong untuk Pekerja” di Bekasi, Selasa (18/5), menyampaikan, sudah ada 22.736 perusahaan dan 10 juta orang karyawan yang terdaftar untuk program ini. 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait