Saham BTPN Meroket Setelah Sumitomo Tambah Kepemilikan

Kenaikan harga saham BTPN disebabkan harga saham akuisisi sebesar Rp 5800 per saham merupakan premium
Aria W. Yudhistira
20 Februari 2015, 16:52
Katadata
KATADATA
Saham BTPN meroket setelah Sumitomo Corporation menambah porsi kepemilikannya di perusahaan tersebut.

KATADATA ? Saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) meroket setelah Sumitomo Corporation, konglomerasi asal Jepang, menambah kepemilikan saham di bank tersebut. 

Dalam perdagangan di lantai bursa hari ini, saham BTPN ditutup menguat 255 poin atau naik 6,3 persen ke Rp 4.315 per saham. Ini merupakan kenaikan harga saham tertinggi perseroan dalam 11 bulan terakhir.

Seperti diberitakan, Sumitomo menambah kepemilikan sahamnya di BTPN melalui anak perusahaannya Summit Global Capital Management B.V. Summit Global mengakuisisi 17,5 persen saham BTPN dari tangan Texas Pacific Group (TPG) Nusantara S.a.r.l. senilai Rp 5,9 triliun.

Setelah akuisisi tersebut, porsi kepemilikan saham Summit Global di BTPN bertambah menjadi 20 persen. Hal ini membuat porsi kepemilikan saham Sumitomo Corporation pun makin besar. 

Advertisement

Menurut analis BNI Securities Thendra Crisnanda, kenaikan harga saham BTPN disebabkan harga saham akuisisi sebesar Rp 5.800 per saham merupakan premium. ?Harganya kan premium. Sekitar 43 persen dari harga penutupan sehari sebelumnya (Selasa, 17 Februari). Makanya sahamnya naik,? kata dia saat dihubungi Katadata, Jumat (20/2).

Lebih lanjut dia mengatakan, bertambahnya porsi kepemilikan saham Sumitomo akan meningkatkan kemampuan likuiditas perseroan.

?Akan positif, terutama alur perolehan dana murah dari Jepang. Karena base Sumitomo investor kan Jepang. Apalagi suku bunganya murah, kemudian nanti bisa akan ada carry over,? kata dia.

Kendati demikian, meski Summit Global telah telah menambah porsi kepemilikan sahamnya, belum tentu akan berpengaruh pada kinerja BTPN. Sebab, jika melihat dari akuisisi yang dilakukan olah Sumitomo sebelumnya juga tidak terlalu berdampak positif.

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait