SMF Dapat Izin OJK Terbitkan Sekuritisasi Aset KPR

Skema EBASP ini diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan penyaluran KPR
Aria W. Yudhistira
10 Februari 2015, 15:44
Perumahan
Agung Samosir|KATADATA
PT Sarana Multigriya Finansial memperoleh izin untuk menerbitkan EBA-SP dari Otoritas Jasa Keuangan.

KATADATA ? PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menerbitkan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi (EBA-SP). Instrumen ini merupakan sekuritisasi tagihan kredit pemilikan rumah (KPR) yang akan dijual ke publik.

Direktur Utama SMF Raharjo Adisusanto mengatakan, skema EBA-SP ini diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan penyaluran KPR. Perbankan pun dapat memanfaatkan pasar modal untuk mencari sumber pendanaan. Dengan kata lain, instrumen EBA-SP bisa menjadi sumber sekunder untuk pembiayaan perumahan.

?Apalagi diperkirakan masih ada backlog pada tahun ini sebanyak 15 juta unit, sedangkan setiap tahun kebutuhan rumah mencapai 800 sampai 900 ribu unit,? papar Raharjo di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (20/2).

Nantinya, SMF akan menawarkan instrumen EBA-SP ini kepada publik melalui penawaran umum. ?Issue (jumlah yang dilepas) nominalnya kita lihat pasar dulu, range awalnya bisa Rp 1 triliun sampai Rp 1,5 triliun, walaupun di tengah tahun nominalnya bisa mencapai Rp 3 triliun,? tutur dia.

Di kesempatan yang sama Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan, instrumen EBA-SP milik SMF ini akan meringankan beban pembiayaan perumahan yang ditanggung pemerintah dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).

?Dari sekitar kebutuhan rumah sebanyak 800 ribu sampai 1 juta unit, penerintah hanya bisa memenuhi 200 sampai 300 ribu saja,? kata Mardiasmo.

Selain itu dia juga memberitahu bahwa tingkat loan to deposit ratio (LDR) perbankan untuk membiayai sektor properti telah mencapai 88,8 persen. Oleh sebab itu instrumen ini akan menjadi salah satu pembiayaan di sektor perumahan yang menarik nantinya.

?Jadi instrumen ini sangat potensial menumbuhkan KPR dan juga akan membantu perbankan memperoleh likuiditas,? ujarnya.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait