Disrupsi Robot dan AI Ancam Dunia Kerja

Sekitar dua per tiga pekerjaan di negara berkembang akan memanfaatkan teknologi.
Image title
9 Desember 2019, 07:36

Penggunaan robot dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin umum diterapkan di dunia usaha. Hal tersebut dipastikan bakal mengubah pasar kerja. Teknologi dianggap akan meningkatkan efisiensi pekerjaan, terutama di negara berkembang, sehingga sekitar dua pertiga pekerjaan akan memanfaatkan otomatisasi.

Diperkirakan akibat otomatisasi akan ada 6 juta pekerjaan yang hilang. Kendati demikian, teknologi justru akan memunculkan 24 juta jenis pekerjaan baru. Kemampuan yang paling terdampak dari otomatisasi adalah pekerjaan fisik yang terprediksi, seperti buruh pabrik. Setidaknya 78 persen akan digantikan mesin. Sebaliknya, kemampuan yang tidak terguncang perubahan berkaitan dengan cara berpikir manusia. Beberapa di antaranya adalah manajemen SDM dan pengambilan keputusan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.