Apakah Vaksin Covid-19 Merusak Sel Otak dan Darah?

Beredar informasi vaksin Covid-19 menyebabkan kerusakan sel otak dan darah. Penelusuran Katadata menyimpulkan informasi tersebut keliru.
Dwi Hadya Jayani
16 April 2021, 08:00

Salah satu informasi yang banyak tersebar di media sosial pada akhir Maret lalu adalah tentang kandungan aluminium dalam vaksin Covid-19. Disebutkan, aluminium tersebut dapat menyebabkan kerusakan sel otak dan darah.

Penelusuran yang dilakukan Katadata.co.id, hingga saat ini belum ada bukti atau hasil riset yang menyebutkan kandungan aluminium dalam vaksin menganggu kesehatan. Terutama menyebabkan kerusakan otak dan darah. Adapun riset yang ada baru membicarakan tentang pengaruh aluminium terhadap penderita Alzheimer.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menjelaskan, bahwa beberapa vaksin mengandung komponen adjuvan. Komponen ini berfungsi untuk mempercepat respons imun tubuh setelah mendapatkan vaksinasi.

Komponen adjuvan tersebut dapat berupa garam aluminium, tapi jumlahnya pun sangat sedikit. Alhasil aluminium dalam vaksin terbukti tidak menyebabkan masalah jangka panjang. Apalagi bahan aluminium tersebut juga ada di produk obat-obatan lain, seperti obat maag.

Berdasarkan hasil penelusuran tersebut, Katadata.co.id berkesimpulan informasi yang menyebutkan bahwa vaksin Covid-19 dapat menyebabkan kerusakan otak dan darah adalah keliru.

Konten cek fakta ini kerja sama Katadata dengan Google News Initiative untuk memerangi hoaks dan misinformasi vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia.

google news initiative x katadata
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.