Peluang Investasi Infrastruktur Hijau

Indonesia mengandalkan investasi di sektor ekonomi hijau untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di tengah situasi pandemi Covid-19.
Cindy Mutia Annur
17 Mei 2022, 13:05

Laporan Bank Pembangunan Asia (ADB) menunjukkan, Indonesia membutuhkan ratusan miliar dolar untuk pendanaan infrastruktur hijau. Investasi ini menghadirkan peluang yang besar, khususnya di bidang energi dan transportasi.

Investasi infrastruktur hijau di sektor energi terbarukan, misalnya, memiliki kebutuhan biaya investasi hingga US$ 154 miliar atau sekitar Rp 2.333 triliun. Sebanyak 51% di antaranya yakni menggunakan anggaran pendapatan belanja negara (APBN). 

Kemudian, pada sektor transportasi memiliki kebutuhan biaya investasi hingga US$ 65 miliar atau Rp 942,5 triliun. Tercatat, 36% di antaranya berasal dari APBN. 

“Stimulus pemulihan yang memprioritaskan belanja infrastruktur hijau dan iklim dapat menjadi kendaraan bagi Indonesia untuk mencapai ekonomi yang lebih tangguh dan mewujudkan visi pertumbuhan ekonomi hijau,” demikian dikutip dalam laporan bertajuk “Green Infrastructure Investment Opportunities”.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa ekonomi hijau merupakan salah satu strategi pertumbuhan ekonomi utama Indonesia di tengah situasi pandemi Covid-19. Strategi tersebut yakni pertama, melalui pembangunan rendah karbon sebagaimana yang tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024.

Kedua, kebijakan net zero emissions, di mana dengan diterbitkannya peta jalan untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060, termasuk net sink sektor kehutanan dan lahan tahun 2030. 

“Ketiga, pemberian sejumlah stimulus hijau untuk mendorong peningkatan realisasi ekonomi hijau,” ujar Jokowi dikutip dari situs presidenri.go.id, Kamis (20/1/2022)

Edisi khusus ini merupakan kerja sama Katadata dengan Institute for Climate and Sustainable Cities dan Asia Comms Lab untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

ICSC x Asia Comms Lab x Katadata
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.