Biang Kerok Harga Beras Naik

Vika Azkiya Dihni
30 November 2022, 17:37

Harga beras terus mengalami kenaikan sejak Juli 2022. Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga beras mengalami kenaikan baik di tingkat produsen maupun pedagang eceran.

Secara rata-rata nasional, harga beras medium di tingkat produsen naik 8,3% pada November 2022 menjadi Rp9.530 per kilogram (kg) dibandingkan dengan rata-rata di bulan Juli 2022. Begitu pula dengan beras premium yang naik 8,6% menjadi Rp10.820 per kg pada periode yang sama.

Sementara itu, harga beras di tingkat pedagang eceran naik sebesar 3,9% menjadi Rp11.120 per kg untuk beras medium. Adapun untuk beras premium, harganya naik 3,7% menjadi Rp12.700 per kg.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengungkapkan, penyebab tren kenaikan harga beras tersebut salah satunya akibat naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) di awal September 2022.

“Saat ini memang ada kesetimbangan baru. Kenaikan harga terjadi karena kenaikan harga BBM beberapa bulan lalu. Itu salah satunya,” kata Arief saat rapat dengan Komisi IV DPR, Rabu, 16 November 2022.

(Baca: Cukupkah Upah Minimum Membiayai Hidup Berumah Tangga?)

Selain itu, faktor lainnya yang menyebabkan harga beras naik adalah karena meningkatnya biaya produksi. Kenaikan harga pupuk berdampak pada biaya produksi, terlebih banyak petani mulai menggunakan pupuk nonsubsidi yang harganya lebih mahal dibandingkan pupuk subsidi. 

Anomali cuaca juga mempengaruhi produksi beras nasional yang menyebabkan pasokan menurun. Sejumlah daerah Indonesia, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Lampung, mengalami gagal panen dikarenakan lahan sawah yang terendam banjir.

Sementara itu, Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementan Moh Ismail Wahab mengatakan, kenaikan harga beras juga dipicu sentimen negatif terhadap cadangan beras pemerintah yang dikelola Perusahaan Umum Bulog. Cadangan beras di Bulog cenderung turun di bawah batas ideal. 

“Pasar berpikir bahwa pemerintah tidak punya alat untuk memberikan sentimen positif dalam menekan harga karena stok tidak banyak,” kata Ismail.

Total cadangan beras pemerintah yang dikelola oleh Perum Bulog hanya 594.856 ton per 22 November 2022 atau 49,6% di bawah angka ideal minimal sebesar 1,2 juta ton. Jumlah cadangan beras tersebut terdiri dari 426.573 ton cadangan beras pemerintah (CBP) dan 168.283 ton beras komersial.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.