AKR Batal Bangun Lembaga Penyalur BBM Satu Harga di Sambas dan Sanggau

Meski pun batal, BPH Migas tetap meminta AKR mencari lokasi pengganti pembangunan penyalur BBM Satu Harga.
Anggita Rezki Amelia
24 Oktober 2017, 11:12
spbu
Arief Kamaludin|KATADATA

PT AKR Corporindo Tbk membatalkan pembangunan lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di dua daerah, yakni Kabupaten Sambas dan Sanggau Kalimantan Barat. Alasannya investor atau badan usaha yang akan membangun lembaga penyalur mengundurkan diri. 

Direktur BBM Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Setyorini mengatakan sudah mengetahui mengenai pembatalan itu. Namun, tidak tahu alasan investor mengundurkan diri. “Itu business to business antara investor dan AKR," kata dia kepada Katadata, Selasa (24/10).

Meski pun batal, BPH Migas tetap meminta AKR mencari lokasi pengganti pembangunan penyalur BBM Satu Harga. Tujuannya untuk mengejar target pembangunan yang sudah disampaikan AKR kepada pemerintah.

AKR sebenarnya akan membangun lembaga penyalur BBM satu harga di tujuh lokasi. Rinciannya  dua lokasi di Kabupaten Pesisir Barat dan Lampung Barat di Provinsi Lampung. Lima lokasi di Kalimantan Barat yakni di Kabupaten Landak, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sambas, dan Kabupaten Sanggau.

(Baca: AKR Siapkan Lembaga Penyalur BBM Satu Harga di Tujuh Lokasi)

Dengan batalnya pembangunan lembaga penyalur di Kabupaten Sambas dan Sanggau, maka saat ini AKR fokus membangun di lima lokasi yang masih tersisa. Saat ini, proses pembangunan di lima lokasi tersebut telah masuk tahap pembersihan lahan. 

Rini masih optimis pembangunan di lima titik tersebut bisa rampung dan beroperasi tahun ini. "Ditargetkan seperti itu, kami kejar terus," kata dia.

AKR memang menjadi salah satu badan usaha swasta yang ikut dalam program BBM Satu Harga, selain PT Pertamina (Persero). Adapun Pertamina juga harus menyiapkan lembaga penyalur BBM di 150 titik hingga 2019.

Menteri ESDM Ignasius Jonan  pernah mengatakan AKR sebagai penyalur BBM jenis tertentu harus ikut mewujudkan BBM Satu Harga di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan, dia mengancam jika AKR tidak mau patuh maka akan dilarang menyalurkan Solar subsidi. 

"Kalau tidak ikut, saya keluarkan dari penyaluran untuk Solar RON 48. Kayaknya (AKR) mau deh," kata Jonan di sela-sela pelantikan pejabat Kementerian ESDM di Jakarta, Senin (6/5).

Video Pilihan

Artikel Terkait