Qatar Siap Kucurkan Rp 13 T untuk PLTG dan Proyek Gas di Indonesia

US$ 800 juta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) di Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) 1,3 dan 4. Kemudian sisanya US$ 200 juta untuk FSRU.
Anggita Rezki Amelia
23 Oktober 2017, 15:41
Listrik
Katadata | Arief Kamaludin

Negara Qatar terus meningkatkan investasi di Indonesia. Kali ini negara Timur Tengah itu akan menanamkan dananya sebesar US$ 1 miliar untuk pembangkit listrik dan fasilitas penyimpanan dan regasifikasi terapung (FSRU).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan rincian investasi tersebut terdiri dari US$ 800 juta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) di Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) 1,3 dan 4. Kemudian sisanya US$ 200 juta untuk FSRU. “Kami ada kesepakatan dengan Nebras Power,” kata dia di Jakarta, Senin (23/10).

Di sisi lain, menurut Arcandra, pasokan gas untuk pembangkit dan fasilitas itu nantinya masih diutamakan dari dalam negeri. Namun, harga gas domestik ini dibatasi maksimal 14,5% dari harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).

Jika harga gas domestik masih di atas ketentuan itu, maka Nebras bisa memasok gas dari luar negeri, termasuk dari negaranya sendiri. “Terbuka, bisa dalam negeri atau Qatar,” ujar Arcandra.

Selain itu, Qatar juga berminat investasi di luar sektor energi. Hal itu ketika Emir Qatar Sheikh Hamim bin Hamad Al Thani bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (18/10). "Peningkatan kerja sama secara khususnya infrastruktur dan turisme," ujar Sheikh Hamim. (Baca: Undang Pengusaha Qatar, Kadin Incar Proyek Piala Dunia 2022)

Sedangkan Jokowi menyatakan kerja sama dengan Qatar sebenarnya telah mulai terealisasi. Di antaranya adalah melalui investasi Nebras Power di PT Paiton Energy dengan nilai US$ 1,3 miliar.

"Saya juga menitipkan 30 ribu Warga Negara Indonesia yang berkontribusi bagi pembangunan Qatar," kata Jokowi.

Sedangkan Menteri Luar Negeri Retno P Marsudi mengatakan dalam hal infrastruktur Qatar meminta pemerintah mendetailkan lagi proyek infrastruktur yang dapat dibiayai dengan investasi dari negara teluk tersebut. Apalagi Sheikh Hamim diakuinya tertarik untuk masuk dan membiayai sejumlah proyek.

"Misalnya di proyek pelabuhan, itu harus didetailkan lagi mana yang dapat dipertimbangkan untuk investasi dari Qatar," kata Retno.

Video Pilihan

Artikel Terkait