Semester I, Kementerian ESDM Cuma Restui Satu Pengembangan Blok Migas

Diprediksi jumlah cadangan minyak di blok tersebut sekitar 17 juta barel.
Anggita Rezki Amelia
9 Agustus 2017, 11:56
Sumur Minyak
Chevron

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan realisasi kinerja sektor minyak dan gas bumi (migas) semester I tahun ini, termasuk persetujuan pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD). Selama periode Januari hingga Juni lalu, kementerian hanya menyetujui satu PoD.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan, PoD yang disetujui tersebut adalah Lapangan Kinanti di wilayah kerja Pasir. “Untuk semester I tahun 2017 memang baru ada satu,” kata dia kepada Katadata, Rabu (9/8). (Baca: Investasi Migas Enam Bulan Terakhir Hanya 22% dari Target)

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Tunggal mengatakan persetujuan untuk Blok Pasir ini merupakan PoD yang pertama. Adapun pengelola dari blok tersebut adalah Pasir Petroleum Resources Ltd.

Di lansir situs resmi Humas SKK Migas, kontrak bagi hasil Blok Pasir pertama kali ditandatangani pada 5 Mei 2009. Adapun pihak yang menandatangani kontrak adalah Pasir Petroleum Resources Limited dan Badan Pelaksana Migas, saat ini bernama SKK Migas. 

Advertisement

SKK Migas sudah melakukan evaluasi proposal PoD pertama Lapangan Kinanti di Blok Pasir  tersebut dan telah disampaikan surat rekomendasinya dengan nomor SRT-0985/SKK0000/2016/S1 Tanggal 30 Desember 2016. Rekomendasi itu diserahkan kepada Menteri ESDM. 

Diprediksi jumlah cadangan minyak di blok tersebut sekitar 17 juta barel. Adapun produksi lapangan ini ditargetkan bisa menambah kapasitas produksi migas nasional pada  pada 2019 mendatang. 

Realisasi capaian persetujuan PoD pertama pada semester I tahun ini juga tidak berbeda dengan periode yang sama tahun lalu. Pada semester I 2016, tercatat hanya satu PoD pertama yang disetujui Kementerian ESDM yakni Lapangan Badik dan West Badik di Blok Nunukan, Kalimantan Utara. Blok ini dioperatori oleh anak Usaha PT Pertamina (Persero), yakni PT Pertamina Hulu Energi (PHE).

Di sisi lain, selama semester I tahun 2017, Kementerian ESDM mencatat empat persetujuan studi bersama di empat wilayah kerja. Rinciannya tiga wilayah kerja konvensional dan satu non konvensional. Tujuan kegiatan ini untuk menemukan potensi-potensi baru cadangan migas yang bisa diproduksi ke depan.

Selain itu, Kementerian ESDM juga mengumumkan proses lelang selama semester I tahun 2017. Tercatat sejauh ini sudah ada 15 dokumen penawaran yang diakses oleh investor migas pada 9 blok migas konvensional. Adapun jumlah blok yang dilelang ada 15, yang terdiri dari 10 blok migas konvensional dan 5 blok migas non konvensional.

(Baca: Sembilan Kontraktor Akses Data Lelang Blok Migas)

Lelang tahun ini khususnya skema penawaran langsung diperpanjang waktunya, yakni hingga 15 September mendatang. Sebelumnya, batas akhir pengambilan dokumen untuk penawaran blok konvensional adalah 17 Juli lalu, sementara nonkonvensional 12 Juli 2017.  

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait