Pertamina Siapkan Infrastruktur BBM Jika Ibu Kota Pindah Palangkaraya

Berdasarkan data Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kalteng, saat ini terdapat 40 SPBU eksisting di Kalimantan Tengah.
Anggita Rezki Amelia
13 Juli 2017, 10:14
tangki BBM
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Pertamina (Persero) tidak khawatir dengan kesiapan infrastruktur Bahan Bakar Minyak (BBM) jika pemerintah pusat memindahkan ibu kota ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Sampai saat ini sudah ada infrastruktur di sekitar kawasan tersebut untuk menjamin kelancanran pasokan BBM.

Direktur Pemasaran Pertamina Muchammad Iskandar mengatakan di Kalimantan Tengah sudah ada tiga infrastruktur BBM berupa terminal penampungan. Infrastruktur ini tersebar di Sampit, Terminal Bun dan Pulang Pisau. "Terminal BBM tersebut bisa memasok kebutuhan BBM Palangkaraya," kata dia di Jakarta, Rabu (12/7).

(Baca: Menteri PU: Tiga Provinsi di Kalimantan Jadi Calon Ibu Kota Baru)

Namun jika rencana pemerintah memindahkan ibu kota itu terealisasi, Pertamina tetap membangun infrastruktur tambahan untuk menunjang pasokan di Kota Palangkaraya. Salah satunya dengan memasang pipa dari terminal BBM Sampit menuju Kota Palangkaraya. 

Opsi pipanisasi dari Sampit ini dipilih, karena kalau daerah lain seperti Pulang Pisau harus melewati sungai. Selain itu Sampit juga memiliki pelabuhan sehingga kapal tangker untuk memasok BBM yang akan dialirkan ke Palangkaraya bisa melewatinya.

Di sisi lain, Pertamina sampai saat ini belum berencana menambah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Palangkaraya. Alasannya jumlah SPBU yang ada sudah cukup memenuhi kebutuhan kota tersebut.

Berdasarkan data Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kalteng, saat ini terdapat 40 SPBU eksisting di Kalimantan Tengah. SPBU ini tersebar di beberapa kabupaten seperti Barito Timur, Barito Utara, Kapuas , Pulang Pisau, Kotawaringin timur, Kotawaringin barat, di Palangkaraya dan Gunung Mas.

Namun, apabila kebutuhan konsumen akan BBM di kota Palangkaraya bertambah, Pertamina akan menambah jumlah SPBU. "Yang penting kan suplai BBM dari depot kami. Apalagi depot pengisian pesawat udara sekarang sudah ada," kata Iskandar.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah mewacanakan pemindahan ibu kota negara. Saat ini, kajian teknis pengganti DKI Jakarta tersebut tengah dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

(Baca: Menteri PU Taksir Biaya Pemindahan Ibu Kota Hingga Rp 300 Triliun)

Saat ini ada tiga daerah yang menjadi opsi sebagai ibu kota baru. Ketiga provinsi tersebut adalah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

Video Pilihan

Artikel Terkait