Pemerintah Kaji Harga Gas Murah di Mulut Sumur

Dari kajian sementara, harga gas ini bisa lebih murah sekitar delapan persen dibandingkan harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP).
Anggita Rezki Amelia
25 Januari 2017, 18:39
pipa gas Pertamina
Arief Kamaludin|KATADATA

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengkaji kebijakan pembelian gas bumi yang bersumber dari mulut sumur. Harga gas bumi yang dibeli di mulut sumur itu nantinya bakal lebih murah.

Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM Budiyantono berharap, kebijakan ini dapat mendorong konsumen gas mengembangkan usahanya. Ujung-ujungnya, dapat mendongkrak perekonomian suatu daerah. (Baca: Istana Pastikan Impor untuk Tekan Harga Gas Industri)

Salah satu contohnya adalah Area PHE Asset 2 Prabumulih, di Sumatera Selatan. Area tersebut memiliki potensi sumber gas sekitar 420 juta kaki kubik per hari (mmscfd), namun belum termanfaatkan secara maksimal.

Padahal, gas dari area tersebut bisa untuk pembangkit listrik. Selanjutnya, listrik tersebut bisa mengalir ke rumah-rumah penduduk yang berjumlah 4.000 sampai 5.000 kepala keluarga. "Ini kan berpotensi untuk dikembangkan pembangkit di sekitar situ dengan memanfaaatkan gas tadi," kata dia dalam seminar "Indonesia Energi Roadmap" di Jakarta, Rabu (25/1).

(Baca: Jokowi Minta Harga Gas untuk 4 Industri Ini Segera Diturunkan)

Budiyantono mengatakan, pihaknya saat ini masih menggodok formula harga untuk gas di mulut sumur tersebut. Dari kajian sementara, harga gas ini bisa lebih murah sekitar delapan persen dibandingkan harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP).

Grafik: Harga Gas di Pasar New York Mercantile 2010-2016

Harga gas dari mulut sumur lebih murah karena tidak ada lagi beban biaya angkut seperti pembelian gas pipa pada umumnya. "Jadi ini skema hulu sharing fasilities dan tidak ada pemakaian toll fee," kata dia. (Baca: Pemerintah Rilis Aturan Harga Diskon Gas untuk Tiga Industri)

Harga gas di Indonesia mendapat sorotan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Menurut Presiden, tingginya harga gas di dalam negeri bisa mengganggu perekonomian. Rata-rata harga gas pipa  di Indonesia mencapai US$ 9,5 per juta British Thermal Unit (mmbtu). Bahkan, ada yang harganya US$ 11-12 per mmbtu. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait