Terangi Indonesia Timur, Pemerintah Minta 20 Kota Hemat Listrik

Anggita Rezki Amelia
16 Mei 2016, 11:37
Pembangkit Listrik
Arief Kamaludin|KATADATA

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meluncurkan "Gerakan Potong 10 Persen". Program ini merupakan upaya pemerintah untuk mengajak masyarakat berhemat listrik hingga 10 persen dari penggunaan sehari-hari.

Menteri Energi Sudirman Said mengatakan, pada tahap awal, program ini akan dilaksanakan di 20 kota, yakni Medan, Pekanbaru, Batam, Padang, Palembang, Lampung, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Lalu di Cilegon, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Sidoarjo, Surabaya, Denpasar, Makassar, serta Balikpapan. Kota-kota tersebut merupakan konsumen listrik terbesar.

Dari data Kementerian Energi, saat ini konsumsi listrik terfokus pada Pulau Jawa dan Bali yang mencapai 78 persen total keseluruhan konsumsi listrik nasional. Pemakaian listrik wilayah DKI Jakarta dan Tangerang saja sudah 23 persen dari total konsumsi listrik di seluruh Indonesia. 

Dengan menghemat 10 persen di 20 kota, bisa menghemat Rp 43,2 triliun. Dana tersebut bisa digunakan untuk membangun pembangkit di Indonesia Timur. Dengan pembangkit ini wilayah tersebut bisa terang di malam hari. “Karena yang di bagian Timur banyak daerah yang kurang listrik, makanya daerah yang mampu jangan boros,” kata dia saat acara jalan santai di Jakarta, Minggu, 15 Mei 2016.

Menurutnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi penggunaan listrik. Pertama, mematikan lampu dan mencabut listrik dari peralatan elektronik yang tidak dipakai serta cabut saklar. Kedua, mengontrol volume mesin pendingin (air conditioning/AC). Sebaiknya volume AC berada pada level 25 derajat. Dan ketiga, menjadikan hemat energi sebagai gaya hidup sehari-hari. "Kalau mau agresif lagi, ganti semua lampu atau peralatan elektronik dengan yang ada label hemat energi,"ujar Sudirman.

Cara tersebut dilakuka karena konsumen listrik sebagian besar adalah rumah tangga. Merujuk data statistik milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada 2014,  total energi yang terjual sekitar 200 TWh. Sebesar 93 persen atau 187,175 gigawatt dari total energi terebut berasal dari sektor rumah tangga, industri, dan bisnis. 

Di sisi lain, Kementerian Energi akan mengeluarkan peraturan Menteri Energi mengenai Energi Service Company (ESCO). ESCO merupakan sebuah kemitraan antara pemerintah dan perusahaan penggerak sektor industri dan komersial untuk merealisasikan aksi konservasi energi.

Gerakan konservasi energi ini juga sudah dilaksanakan di berbagai negara, salah satunya di kota Cambridge, Inggris dan Singapura. Di Cambridge ada program Cambridge Cycling Campaign yang bertujuan menjaga budaya bersepeda. Sementara di Singapura ada program Clean and Green Singapore, yang bermaksud meningkatkan kepedulian dan kesadaran dalam menjaga lingkungan dengan menerapkan gaya hidup bersih dan ramah lingkungan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait