Kurang 47%, Pertamina Kebut Pembangunan BBM Satu Harga

Salah kendala BBM Satu Harga adalah perizinan daerah terutama terkait pembebasan lahan.
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
11 Oktober 2017, 15:05
BBM
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Pertamina (Persero) terus mengebut pembangunan lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di beberapa wilayah. Alasannya hingga saat ini hanya 25 dari target 54 wilayah yang menerapkan kebijakan itu.

Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar mengatakan saat ini  Pertamina tengah membangun lembaga penyalur BBM Satu Harga di 14 lokasi secara bersamaan. "Jadi 25 titik sudah, nanti ada tambahan 14 lokasi, " kata Iskandar di Gedung DPR Jakarta, Selasa (10/10).

Meski capaian program BBM Satu Harga masih 53%, Iskandar optimistis target yang sudah ditetapkan bisa tercapai. Artinya hingga akhir tahun bisa terealisasi 54 wilayah bisa menikmati harga BBM yang sama.

Di sisi lain, Anggota Komite BPH Migas Muhammad Ibnu Fajar mengatakan pelaksanaan program BBM Satu Harga ini juga memiliki beberapa kendala. Salah satunya kendala di perizinan daerah terutama terkait pembebasan lahan untuk membangun lembaga penyalur. 

Namun BPH Migas berupa menyelesaikan kendala tersebut. Tujuannya agar target tersebut bisa terealisasi. Apalagi BBM Satu Harga menjadi sorotan Presiden Joko Widodo.

Mengacu peta jalan program BBM satu harga, tahun ini target pengoperasian lembaga penyalur BBM satu harga sebanyak 54 titik, lalu menyusul di tahun 2018 sebanyak 50 titik, dan 46 titik pada 2019. Dengan demikian total lembaga penyalur BBM hingga 2019 mencapai 150 titik. 

Berdasarkan data Kementerian ESDM, hingga saat ini, secara nasional telah direalisasikan pengoperasian lembaga penyalur BBM Satu Harga sebanyak 25 titik di daerah 3T, tertinggal, terdepan, dan terluar. Rincianya  Puncak (Papua), Nduga (Papua), Yalimo (Papua), Mamberamo Jaya (Papua), Mamberamo Tengah (Papua), Tolikara (Papua), Intan Jaya (Papua), Pegunungan Arfak (Papua Barat), Nunukan (Kalimantan Utara).

Kemudian di Nias Selatan (Sumatera Utara), Kepulauan Mentawai (Sumatera Barat), Jepara (Jawa Tengah), Sumenep (Jawa Timur), Sumbawa (NTB), Sumba Timur (NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Mahakam Hulu (Kalimantan Timur), Sorong Selatan (Papua Barat), Morotai (Maluku Utara). Ada juga Paniai (Papua), Bengkayang (Kalimantan Barat), Kepulauan Talaud (Sulawesi Utara), Halmahera Selatan (Maluku Utara) dan Seruyan (Kalimantan Tengah) serta Seram Barat (Maluku).

Video Pilihan

Artikel Terkait