ESDM Tuntaskan Renegosiasi 107 Kontrak Tambang

Perusahaanperusahaan tersebut telah sepakat atas enam poin yang tertuang di dalam renegosiasi kontrak
Image title
Oleh
1 September 2014, 17:00
ESDM KATADATA | Arief Kamaludin
KATADATA | Arief Kamaludin
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan telah menyelesaikan renegosiasi 107 kontrak karya (KK) dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B).

Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, sebagian besar yang menyepakati merupakan perusahaan asing. Sementara dari perusahaan lokal, justru banyak yang melakukan protes atas renegosiasi ini.

?Yang asing-asing sudah beres. Kalau teman-teman dari Kadin protes karena dia harus bayar semua kewajiban. Kewajiban nggak mau dibayar, tapi ekspor dapat,? kata Jero kepada Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), di Jakarta, Senin (1/9).

Dari 107 kesepakatan tersebut, perusahaan yang telah menandatangai nota kesepahaman atau memorandum of undestranding (MoU) sebanyak 10 KK dan 33 PKP2B. Sedangkan yang masih dalam tahap finalisasi MoU terdiri dari 24 KK dan 40 PKP2B.  

Advertisement

Dia mengatakan, perusahaan-perusahaan tersebut telah sepakat atas enam poin yang tertuang di dalam renegosiasi kontrak.

Sebelumnya, hanya ada 106 perusahaan yang menyatakan sepakat. Namun setelah PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) mencabut gugatannya, saat ini tercatat 107 perusahaan yang menyepakati renegosiasi.

?Ada enam agenda yang kita renegosiasi, semua sepakat,? tutur Jero.

Adapun enam poin yang dibahas dalam proses renegosiasi tersebut adalah kenaikan tarif royalti, pengolahan dan pemurnian (smelter) di dalam negeri, penyesuaian luas wilayah kerja tambang, pemanfaatan produk dan jasa dalam negeri, kewajiban divestasi, serta kelanjutan operasi dari kontrak menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

Dalam rapat kerja tersebut, Komisi VII DPR mendukung langkah renegosiasi yang dilakukan pemerintah. Menurut Jero, dukungan DPR amat berarti bagi Kementerian.

Sebelumnya, R Sukhyar, Direktur Jenderal  Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM, mengatakan  pihaknya menargetkan finalisasi dan penandatangan MoU 64 KK dan PKP2B pada Oktober mendatang. Sedangkan penyelesaian dan penandatangan amandemen KK dan PKP2B Januari 2015.

 ?Yang finalisasi MoU itu tinggal sisa masalah penerimaan negara. Kami targetkan selesai Oktober nanti,? ujar Sukhyar.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait