Bumi Serpong Targetkan Tambah Modal Rp 2,9 Triliun

Penulis:

Editor:

15/5/2013, 11.11 WIB

PT Bumi Serpong Damaimenargetkan tambahan modal Rp 296 triliun melalui penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu

bursa saham
Agung Samosir|KATADATA
KATADATA

KATADATA ? PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), emiten pengembang perumahan, menargetkan memperoleh tambahan modal sebehsar Rp 2,96 triliun melalui penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu.
    
Perseroan berencana menerbitkan 1,75 miliar lembar saham atau 10 persen dari total modal disetor dengan nilai nominal Rp 100. Adapun harga yang ditawarkan dalam program tersebut adalah Rp 1.691 per saham. Itu merupakan harga rata-rata selama 25 hari sejak 25 Maret hingga 29 April 2013.

?Jumlah saham perseroan yang beredar akan bertambah yang akan meningkatkan likuiditas perdagangan saham,? sebut manajemen dalam prospektus yang dirilis Rabu (15/5).

Dana yang diperoleh rencananya akan dipakai untuk pembelian tanah, pengembangan proyek dan infrastruktur, serta cadangan dana operasional perseroan. Dengan penerbitan saham baru, perseroan menargetkan tambahan nilai aset dari Rp 16,76 triliun pada akhir 2012 menjadi Rp 19,72 triliun.

BSDE merupakan salah satu emiten properti terbesar di Indonesia dengan tingkat kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp 31 triliun, masih sedikit di bawah PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) sebesar Rp 34 triliun.

Saat ini BSDE memiliki sejumlah proyek, seperti pembangunan Indonesia International Exhibition yang merupakan proyek kerjasama dengan Kompas Gramedia di kawasan BSD City, Tangerang Selatan. Proyek yang berdiri di lahan seluar 22 hektar tersebut ditargetkan selesai pada 2014.

Kemudian perseroan juga akan membangun AEON Mall di kawasan BSD City di lahan seluar 6000 hektar yang ditargetkan selesai pada 2014. Perseroan juga tergabung dalam konsorsium pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja sepanjang 30 km yang ditargetkan beroperasi 2016.
 
Kinerja keuangan BSDE pada kuartal I-2013 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Laba bersih perseroan tercatat naik 369,1 persen menjadi Rp 1,24 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun pendapatan pada kuartal I sebesar Rp 2,08 triliun atau tumbuh 160 persen.

Pendapatan terbesar berasal dari penjualan tanah dan bangunan, seperti rumah tinggal, ruko, bangunan industri, dan bangunan strata title yang berkontribusi sebesar 90,6 persen dari total pendapatan senilai Rp 1,88 triliun. Segmen ini tumbuh 194 persen dibandingkan pencapaian tahun lalu dan menjadi segmen dengan kontribusi pendapatan terbesar bagi perseroan.

Lonjakan pendapatan ini berasal dari penjualan kepada PT Bumi Parama Wisesa, PT AMSL Indonesia dan PT Indonesia International Expo. Ketiganya merupakan hasil usaha patungan antara BSDE masing-masing dengan Hongkong Land, AEON Mall dan Grup Kompas Gramedia. Sedangkan kontribusi pendapatan terbesar kedua adalah segmen pendapatan sewa yang berkontribusi sebesar 520atau senilai Rp 103,5 miliar.

Reporter: Aria W. Yudhistira

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan