Bertemu Arcandra, Mubadala Sampaikan Minat Masuk Blok Mahakam

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Safrezi Fitra

8/11/2017, 19.54 WIB

Ego menyarankan agar Mubadala berbicara dengan pihak Pertamina untuk menyampaikan minat tersebut

BLOK MAHAKAM
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Suasana pengeboran sumur di masa transisi alih kelola ke PT Pertamina Hulu Mahakam, di RIG Maera, South Tunu, Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Senin (7/8). PT Pertamina Hulu Mahakam telah ditunjuk pemerintah menjadi pengelola wilayah kerja Blok Mahakam yan

Perusahaan minyak dan gas (migas) asal Uni Emirat Arab, Mubadala Petroleum menyatakan berminat ikut dalam pengelolaan Blok Mahakam, Kalimantan Timur. Hal itu disampaikan pimpinan Mubadala kepada Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, saat berkunjung ke Jakarta, kemarin.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan Mubadala berkomitmen untuk berinvestasi di Indonesia. Salah satunya di Blok Mahakam yang akan dikelola penuh oleh Pertamina mulai 1 Januari 2018. Mubadala menyatakan siap menjadi mitra Pertamina di blok gas tersebut.

(Baca: Jaga Produksi Blok Mahakam, Pertamina Siap Kucurkan Rp 9,4 Triliun)

“Soal Mahakam, mereka juga sempat tanya. Kami sebagai Pemerintah bilang, silakan business to business ke Pertamina,” kata Ego dalam keterangan resminya, Rabu (8/11).

Ego menyarankan agar Mubadala berbicara dengan pihak Pertamina untuk menyampaikan minat tersebut. Kesempatan Mubadala terbuka, saat ini Pertamina memang sedang mencari mitra untuk mengelola Blok Mahakam. (Baca: SKK Migas Mulai Alihkan Kontrak Vendor Mahakam ke Pertamina)

Di sisi lain, kata Ego, Mubadala telah mengikuti lelang 15  wilayah kerja yang digelar  pemerintah tahun ini. Perusahaan ini juga melakukan joint study di salah satu wilayah kerja yang dilelang tahun ini. Untuk itu Mubadala mengharapkan agar peraturan perpajakan untuk skema bagi hasil gross split segera diterbitkan.

Terkait aturan perpajakan gross split ini juga telah disampaikan Mubadala dalam pertemuan Wakil Menteri ESDM  Arcandra Tahar dengan Undersecretary, Ministry of Energy, UAE, H.E. Matar Hamed Al Neyadi, akhir Oktober lalu. Dalam pertemuan itu, Mubadala menyatakan akan berinvestasi di Blok Andaman dan akan mempertimbangkan untuk perluasan investasi ke Natuna, yakni di blok East Natuna. 

(Baca juga: Mubadala Incar Blok Andaman yang Dilelang Pakai Skema Gross Split)

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar pernah mengatakan ada beberapa alasan pemerintah menawarkan Mubadala untuk masuk ke Blok East Natuna. Salah satunya, teknologi yang diharapkan bisa menjadi solusi untuk memisahkan kadar karbon dioksida (Co2) yang ada di Blok East Natuna. 

Adapun teknologi tersebut berasal dari perusahaan yang terafiliasi dengan Mubadala, yakni Masdar. Masdar merupakan anak perusahaan dari Mubadala Investment Company, perusahaan investasi global asal Abu Dhabi.

"Mungkin (Mubadala) bisa sinergi dengan kami," kata Arcandra beberapa waktu lalu. (Baca: Pemerintah Tawarkan Blok East Natuna ke Mubadala)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan