PLN Pangkas Harga Listrik di Kontrak PLTU Jawa 3 dan Cirebon

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

16/11/2017, 15.29 WIB

Harga jual listrik PLTU Cirebon ekspansi turun menjadi US$ 5,5 per kWh. Sedangkan PLTU Jawa 3 masih dalam negosiasi dan diharapkan bisa di bawah US$ 6.

PLN
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN siap menurunkan harga jual listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 3 dan Cirebon ekspansi. Ini sebagai tindak lanjut surat Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Andy Noorsaman Sommeng ke Direktur Utama PLN Sofyan Basir tertanggal 3 November 2017.

Menurut Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Supangkat Iwan Santoso, harga jual listrik dari PLTU Jawa 3 memang  mahal, yakni di atas US$ 6 per kilowatt hour (kWh). “Pada prinsipnya proyek ini kan belum jalan dan sudah lama," kata dia di Jakarta, Kamis (16/11).

Dengan renegosiasi itu, harapannya harga listrik dari pembangkit tersebut bisa di bawah US$ 6 per kwh. Namun hingga kini, PLN dan pihak pengelola proyek PLTU Jawa 3 masih bernegosiasi menentukan harga.

Kontrak jual beli listrik proyek pembangkit listrik Jawa 3 ini ditandatangani dua tahun lain. Adapun proyek tersebut digarap konsorsium YTL Power International Berhad dan PT Bakrie Power. Kapasitas pembangkit tersebut mencapai 2x600 MW. 

Meski sudah diteken dua tahun lalu, proyek tersebut belum berjalan akibat permasalahan lahan. Selain itu ada permasalahan internal antar konsorsium. Akhirnya, pemerintah belum bisa menerbitkan Surat Jaminan Kelayakan Usaha (SJKU) sebagai bentuk jaminan pemerintah atas proyek tersebut. 

Renegosiasi kontrak jual beli listrik ini menurut Iwan juga tidak akan membebani keuangan konsorsium. Ini karena konsorsium proyek Jawa 3, hingga kini belum menyelesaikan pemenuhan pembiayaan proyek (financial close) dengan pemberi pinjaman. 

Sementara itu, renegosiasi harga jual listrik PLTU Cirebon ekspansi sudah mencapai titik temu. Namun Iwan belum mau merinci harga jual listrik yang sudah disepakati tersebut. Adapun, proyek berkapasitas 1x1.000 MW ini dikelola PT Cirebon Power dan PT Tanjung Jati Power Co Ltd.

Di tempat yang sama  Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng mengakui telah mengirimkan surat mengenai peninjauan ulang kontrak PLTU di Jawa. "Tujuannya agar harganya menyesuaikan Biaya Pokok Penyediaan (BPP). Artinya harga juga bisa turun," kata dia.

(Baca: Surati Dirut PLN, Dirjen Listrik Minta Kontrak PLTU Ditinjau Ulang)

 

Menurut Andy, harga jual listrik dari PLTU Cirebon ekspansi ditekan menjadi US$ 5,5 per kWh. Sedangkan Jawa 3 lagi proses. Adapun, BPP pembangkit di Jawa, secara rata-rata sudah mencapai US$ 6 per kWh. 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan