Permintaan Daging Naik, Bulog Diminta Tahan Harga

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

17/11/2017, 16.00 WIB

Pemerintah akan membuka keran impor daging dari Meksiko, Spanyol, hingga Brasil oleh Perum Bulog (Persero).

Distribusi daging
Arief Kamaludin | Katadata

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjamin ketersediaan dan harga daging sapi sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 80 ribu. Meski, pedagang menyebut ada kenaikan permintaan daging hingga 20% menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Daging segar akan kita kendalikan dan kami akan batasi RPH (Rumah Pemotongan Hewan) jika ada yang mencoba main-main,” kata Enggar, Kamis (16/11).

Selain itu, pemerintah juga akan membuka keran impor daging dari Meksiko, Spanyol, hingga Brasil oleh Perum Bulog (Persero). (Baca juga:  Bulog Antisipasi Kelangkaan Beras Medium Jelang Natal)

Hanya, Ketua Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI) meminta supaya Bulog tidak menaikkan harga daging. Sebab, rencana kenaikan dari Rp 62.500 menjadi Rp 64 ribu per kilogram akan berdampak cukup besar bagi masyarakat.

Menurutnya, kenaikan sebesar Rp 1.500 per kilogram pada pemasok bisa menyebabkan harga bertambah Rp 5 ribu per kilogram di tingkat eceran. “Jangan sampai dengan kondisi yang diharapkan tidak naik, Bulog malah menaikkan harga,” ujar Suharjito.

Sementara, Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti menyatakan stok daging yang dimilikinya hanya 10 ribu ton. Namun, tambahan impor yang dilakukan bakal mencukupi kebutuhan masyatakat. “Kalau nanti impor datang, pasti harga akan turun,” kata Djarot. (Baca juga:  Kemendag Pantau Distribusi Pangan Jelang Natal dan tahun Baru)

Menurutnya, Bulog mengusulkan kenaikan harga sebesar Rp 1.500 per kilogram karena adanya beban bunga dan biaya penyimpanan yang harus ditanggung. Namun, keputusan pemerintah untuk menahan harga harus dipatuhinya. “Mungkin pemerintah sudah menghitung persiapan untuk menutup kerugian,” kata Djarot.

Untuk menjamin kelangsungan distribusi daging, Enggar akan mengirim surat kepada tiap Kepala Daerah. Sebab, Dinas Peternakan tiap daerah harus mendapatkan rekomendasi dari Badan Karantina Pertanian untuk penerimaan distribusi daging.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan