Meski Molor, 3 SPBU di Indonesia Timur Tetap Dibangun Vivo

Penulis: Arnold Sirait

24/11/2017, 18.21 WIB

Selain di Seram, Vivo juga akan membangun SPBU di Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Kemudian satu SPBU lagi di Ambon, Maluku Utara.

SPBU Vivo
Anggita Amalia|Katadata

Rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Vivo Energy Indonesia di Piru Seram Bar, Kabupaten Seram bagian barat memang meleset dari target. Namun, anak usaha Vitol Group ini tetap menargetkan bisa membangun tiga SPBU di Indonesia Timur.

Corporate Communication Vivo Maldi Al Jufrie mengatakan awalnya perusahaannya memang ingin membangun SPBU di Seram pada 30 November 2017. Namun, rencana itu kemungkinan tidak bisa tepat waktu. "Ini meleset karena ada permasalahan administratif dengan Pemerintah daerah,” kata dia di Jakarta, Jumat (24/11). 

Selain di Seram, Vivo juga akan membangun SPBU di Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Kemudian satu SPBU lagi di Ambon, Maluku Utara. Ketiga SPBU ini rencananya akan dibangun hingga akhir tahun ini.

Sementara itu, hingga tahun depan targetnya bisa membangun 25 SPBU. Sampai saat ini sudah ada 15 lokasi yang mencapai tahap konstruksi. Sedangkan tanah yang sedang disiapkan bisa untuk membangun 30 SPBU.

Menurut Maldi untuk membangun satu SPBU di kota besar, perusahaan membutuhkan dana sekitar Rp 16 miliar sampai Rp 20 miliar di luar aset. Namun, di daerah kecil bisa lebih murah, karena hanya butuh tiga dispenser, sedangkan di kota besar bisa sampai enam dispenser.

Ada tiga jenis bahan bakar minyak (BBM) yang akan dijual Vivo. Pertama, Revvo 89 dengan kadar oktan 89. Kemudian, Revvo 90 yang berkadar oktan 90. Selain itu ada merek Primus yang merupakan BBM jenis diesel dengan oktan sekitar 48 dan 49.

Mengenai harga di daerah tertingi, Maldi mengatakan patokan maksimal adalah sama dengan kota besar. Namun tidak menutup kemungkinan bisa lebih rendah. Saat ini Vivo menjual Revvo 89 di Cilangkap, Jakarta Timur sebesar Rp 6.300 per liter. Sedangkan harga Revvo 90 adalah Rp 7.500 per liter dan Revvo 92 di level Rp 8.250 per liter.

(Baca: Vivo Naikkan Harga BBM Jenis Revvo 89 Jadi Rp 6.300)

Menurut Maldi, perusahaan tidak akan mengalami kerugian dengan harga yang dipatoknya. Sayangnya, ia tak bersedia merinci formula penentu harga BBM tersebut. “Kami tidak bisa menyampaikan cost structure,” ujar dia.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan