Renegosiasi Kontrak Listrik Tetap Berjalan Meski Dikritik Bank Dunia

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

24/11/2017, 14.08 WIB

"World Bank mungkin kurang lengkap menerima informasinya. Kan PPA bisa dinegosiasikan," kata Andy

Pembangkit Listrik
Arief Kamaludin|KATADATA

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tetap melanjutkan renegosiasi kontrak jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 3 dan Cirebon Ekspansi. Padahal menurut Bank Dunia renegosiasi itu bisa menimbulkan ketidakpastian bagi investor.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng mengatakan upaya renegosiasi itu untuk menjaga kesehatan keuangan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tbk. Selain itu agar harga listrik di masyarakat tidak naik.

Di sisi lain, kontrak jual beli juga bukan sesuatu yang tidak bisa dinegosiasikan. "World Bank mungkin kurang lengkap menerima informasinya. Kan PPA bisa dinegosiasikan," kata Andy kepada Katadata.co.id, Jumat (24/11).

Atas dasar itu, suratnya kepada PLN 3 November 2017 untuk meninjau ulang kontrak PLTU di Jawa masih berlaku. Harapannya harga listrik setelah dinegosiasi bisa sesuai atau lebih rendah dari  Biaya Pokok Penyediaan (BPP) Pembangkitan PLN.

Menurut Andy, kontrak jual beli listrik di PLTU Jawa  3 dan Cirebon bisa diubah karena belum sampai pada tahap pemenuhan skema pendanaan (financial close). “Buktinya kan mereka mau, khususnya yang belum Financial Close," kata dia.

Namun, renegosiasi kontrak itu juga bisa dijalankan kepada produsen yang sudah mencapai tahap pemenuhan skema pendanaan. Hal itu bisa dilakukan selama PLN dan pihak swasta  bersepakat melakukan renegosiasi.

Andy juga tidak terlalu mempermasalahkan pandangan Bank Dunia yang menilai renegosiasi itu bisa membuat ketidakpastian. “Oke saja. Selama PPA-nya baik buat Badan Usaha, Pemerintah dan baik buat masyarakat. Jangan negara dan masyarakat dikorbankan," kata dia.

Adapun PLTU yang ditinjau tersebut adalah Jawa 3 dan Cirebon Ekspansi. Menurut Andy, harga jual listrik dari PLTU Cirebon ekspansi ditekan menjadi US$ 5,5 per kWh. Adapun, proyek berkapasitas 1x1.000 MW ini dikelola PT Cirebon Power dan PT Tanjung Jati Power Co Ltd. (Baca: Surati Dirut PLN, Dirjen Listrik Minta Kontrak PLTU Ditinjau Ulang)

Sementara untuk PLTU Jawa 3 masih negosiasi. Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Supangkat Iwan Santoso pernah mengatakan harga jual listrik dari pembangkit itu di atas US$ 6 per kilowatt hour (kWh).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan