Pertamina Mengebor Sumur ke-12 di Blok Mahakam

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

30/11/2017, 14.02 WIB

Tujuan pengeboran ini untuk mempertahankan produksi minyak dan gas bumi (migas) ketika kontrak berakhir.

BLOK MAHAKAM
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Pekerja beraktivitas di RIG Maera saat pengeboran sumur di masa transisi alih kelola ke PT Pertamina Hulu Mahakam, di South Tunu, Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Senin (7/8). PT Pertamina Hulu Mahakam telah ditunjuk pemerintah menjadi pengelola wilayah ke

PT Pertamina ( Persero) tengah mengebor sumur ke-12 di Blok Mahakam, Kalimantan Timur. Tujuannya untuk mempertahankan produksi minyak dan gas bumi (migas) ketika kontrak berakhir. 

Senior Vice President Upstream Strategic Planning and Operation Evaluation Pertamina Meidawati mengatakan pengeboran sumur ke-12 ini akan segera selesai. “Targetnya empat sampai lima hari lagi," kata dia kepada Katadata.co.id, Kamis (30/1).

Sejak Juli lalu, Pertamina memang sudah mengebor beberapa sumur di Blok Mahakam. Meski dibiayai Pertamina, pengeboran ini dilakukan Total E&P Indonesie selaku operator blok tersebut hingga kontrak berakhir 31 Desember 2017. Targetnya hingga akhir tahun ini, perusahaan bisa mengebor 17 sumur.

Biaya yang dibutuhkan mengebor 17 sumur tersebut mencapai US$ 140-150 juta. Ini lebih rendah dari target awal karena pengerjaan pengeboran yang lebih cepat, yakni bisa selesai sekitar  4,3 hari untuk satu sumur.

Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Bambang Manumayoso pernah mengatakan pengeboran 17 sumur tahun ini juga ikut menambah jumlah cadangan migas di Blok Mahakam sekitar 40-50 miliar kaki kubik (bcf) dari total  17 sumur tersebut. Dengan begitu perkiraannya cadangan bisa dimonetisasi hingga 20 tahun ke depan.

Adapun 17 sumur tersebut akan dibuka atau dioperasikan pada tahun depan seiring dengan mulai beroperasinya Pertamina di Blok Mahakam per 1 Januari 2018.

Tahun depan Pertamina  melalui Pertamina Hulu Mahakam (PHM) juga menyiapkan dana sebesar US$ 1,8 miliar untuk mengelola Blok Mahakam. Perinciannya US$ 700 juta atau sekitar Rp 9,4 triliun untuk investasi yang berasal dari kas perusahaan. Sisanya US$ 1,1 miliar untuk biaya operasi harian termasuk untuk biaya pemeliharaan fasilitas produksi di Blok Mahakam. 

Pertamina Hulu Mahakam juga akan mengebor 70 sumur di tahun depan. Pertimbangan mengebor sumur sejumlah itu adalah harga minyak yang mulai meningkat hingga level US$ 60 per barel.

(Baca: Pertamina Perkirakan Cadangan Blok Mahakam Akan Meningkat)

PHM juga akan melakukan beberapa program kerja lainnya. Pertama, pengerjaan ulang sumur atau workover sebanyak 52 sumur. Kedua, pengerjaan perawatan sumur sebanyak 5.601 sumur. Ketiga, pengajuan pengembangan lanjutan (plan of further development/PoFD) sebanyak tujuh proyek. 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan