Setnov Membisu dan Mengeluh Diare, Sidang Perdana e-KTP Diskors

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Yuliawati

13/12/2017, 11.58 WIB

Jaksa penuntut menuduh Setya Novanto berbohong dengan mengatakan sakit dan tak bisa menjawab pertanyaan hakim.

Setya Novanto
ANTARA FOTO/Wahyu Putro
Terdakwa kasus dugaan korupsi KTP elektronik Setya Novanto (tengah) memasuki ruangan pada sidang perdana di gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/12).

Sidang perdana dengan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sebagai terdakwa kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) dimulai hari ini. Persidangan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini rencananya akan membacakan dakwaan, namun hingga setengah jam berlangsung, majelis hakim masih kesulitan untuk menanyai Setya Novanto.

Setya Novanto hanya membisu ketika Hakim Yanto yang memimpin persidangan mengajukan pertanyaan kepadanya. Karena kerap tak menjawab pertanyaan, Yanto pun menanyakan mengenai kondisi Novanto. Novanto mengaku sakit kepada majelis hakim.

"Saya empat sampai lima hari ini sakit diare, Saya minta obat enggak dikasih sama dokter," kata Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (13/12).  (Baca: Golkar Bahas Munaslub & Pengganti Setnov Setelah Hasil Praperadilan)

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) Irene Putri mengakui jika Novanto memang mengeluh sakit diare. Irene menyebut Novanto mengeluh 20 kali ke toilet pada malam hari.

Namun setelah diperiksa oleh Dokter KPK Johannes Hutabarat pukul 08.50 WIB, Setya Novanto disebutkan dalam kondisi sehat. Berdasarkan laporan Rutan KPK juga, Irene mengatakan jika Novanto hanya dua kali ke kamar kecil pada Selasa (13/12) malam, yakni pukul 23.00 WIB dan 02.30 WIB.

"Dapat kami sampaikan bahwa terdakwa mengeluh sakit namun setelah dicek oleh dokter kami, terdakwa dinyatakan dapat menghadiri persidangan dengan tekanan darah 110/80, dengan nadi 80 per menit, kuat dan teratur," kata Irene.

Selain itu, tiga dokter RSCM yang ikut memeriksa juga menyatakan bahwa Novanto bisa bersidang hari ini. Menurut salah satu dokter RSCM EM Yunir, bisa saja Novanto tidak menjawab pertanyaan hakim karena mengalami masalah ataxia.

(Baca: Calon Golkar Kandas, Fadli Zon Didorong Jadi Plt Ketua DPR)

Namun, lanjut dia, masalah ataxia seharusnya membuat Novanto tak bisa jalan. Sementara, Novanto bahkan masih bisa berdiri hingga ke ruang persidangan.

"Kami tadi dilaporkan KPK, bahwa nadi, gula darah bagus dan bisa berkomunikasi. Artinya beliau ini bisa hadir saat ini. Bisa berdiri seperti ini harus kompleks," kata Freddy.

Karenanya, Irene menilai jika Novanto saat ini tengah berbohong. "Ini salah satu kebohongan yang dilakukan terdakwa," kata Irene.

Pengacara Novanto, Maqdir Ismasil keberatan dengan pernyataan Irene tersebut. Menurut Maqdir, persoalan sakit ini tidak bisa ditentukan, baik oleh pihak hakim, JPU KPK, maupun pengacara.

"Kami mohon izin yang mulia supaya diberikan kesempatan (Novanto) untuk diperiksa oleh dokter lain," kata Maqdir.

Yanto pun memutuskan agar kesehatan Novanto kembali diperiksa ulang oleh dokter di ruang klinik Pengadilan Negeri Jakarta. Yanto pun mempersilakan jika pengacara memiliki dokter untuk bergabung memeriksa kesehatan Novanto.

"Sidang akan kami skors, saudara (pengacara) kalau punya dokter digabungkan. Kita skors sampai dengan selesai pemeriksaan," kata Yanto.

(Baca: Limpahkan Berkas Setnov ke PN Jakpus, KPK: Praperadilan Dapat Gugur)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan