Stok Beras di Pasar Induk Cipinang Menipis Jelang Lebaran

Penulis: Michael Reily

Editor: Arnold Sirait

Kamis 14/6/2018, 14.22 WIB

Stok beras di Pasar Cipinang masih dalam batas aman, meskipun ada pengurangan.

Pasar Induk Beras Cipinang
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
ilustrasi

Stok beras di Pasar Induk Cipinang terus berkurang menjelang Lebaran. Penurunan stok beras terjadi kurang lebih dalam dua pekan terakhir. 

Pada 5 Juni 2018, stok beras masih berada pada level 40.199 ton. Namun, per 13 Juni 2018, stok beras hanya 35.014 ton. Adapun, batas amannya yakni 30 ribu ton.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengatakan menipisnya stok di Pasar Induk Cipinang karena beras sudah disalurkan ke pedagang eceran menjelang Lebaran. Apalagi, Pasar Induk tutup sejak 10 Juni hingga 24 Juni 2018.

Pantauan Katadata.co.id di PIBC kemarin, pasar beras memang sangat sepi. Hanya ada beberapa toko yang buka karena pedagangnya menunggu pembeli datang untuk mengambil beras pesanan.

Jika dirinci, selama 5 Juni hingga 13 Juni 2018, beras yang masuk ke Pasar Induk Cipinang mencapai 25.128 ton. Pasokan beras sebagian berasal dari Cirebon dan Karawang.

Sedangkan beras yang keluar 24.225 ton. “Kami pastikan stok sudah terkirim. Pedagang eceran sudah punya stok selama liburan,” kata Arief kepada Katadata.co.id, Kamis (14/6).

Sementara itu, harga beras IR yang kualitas nomor 1, per 13 Juni 2018 mencapai Rp 9.691 per kilogram (kg). Padahal, Mei lalu, harga rata-rata beras per kilogram mencapai Rp 9.997.

Sedangkan harga beras dengan kualitas nomor dua, yakni Medium dijual seharga Rp 8.600 per kg dan Premium hanya Rp 11 ribu per kilogram. “Harga beras aman,” kata Ketua Umum Koperasi PIBC Zulkifly Rasyid.

Di Pasar Manggarai, Jakarta Timur, kemarin satu kilogram (kg) beras eceran dengan label Premium dibanderol Rp 12 ribu atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 12.800. Namun, beras Medium harganya sudah Rp 10 ribu, melampaui patokan HET Rp 9.450.

(Baca: Di Bawah Buwas, Bulog Masih Enggan Eksekusi Impor Beras)

Harga beras Premoum di retail modern juga tidak jauh berbeda. Di Indomaret, daerah Pinang Ranti, beras Premium Setra Ramos dijual dengan harga Rp 60 ribu per lima kg.  

Reporter: Michael Reily