Pariwisata Menjadi Salah Satu Fokus Kerja Sama Indonesia - Singapura

Penulis: Dini Hariyanti

Kamis 11/10/2018, 18.38 WIB

Indonesia dan Singapura berkomitmen memperkuat kerja sama di bidang pariwisata, finansial, hingga teknologi digital.

Danau Toba
ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Kawasan hunian untuk wisatawan yang berada di tepi Danau Toba, Pulau Samosir, Sumatera Utara, Selasa (4/4). Sejak 2016 Danau Toba dicanangkan sebagai salah satu dari 10 kawasan strategis pariwisata nasional yang menjadi prioritas Kementerian Pariwisata untuk dikembangkan.

Indonesia dan Singapura sepakat memperluas jalinan kerja sama. Selain di bidang ekonomi dan finansial, Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong juga membahas kemitraan di sektor pariwisata.

Dua negara itu hendak meningkatkan konektivitas dengan membuka sejumlah jalur penerbangan dan destinasi kapal pesiar dari Singapura ke Indonesia. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan turis mancanegara terutama ke sepuluh Bali Baru.

(Baca juga: Bangkitkan Wisata Lombok Setelah Gempa, Kemenpar Gelar Lomba Lari

Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, perluasan akses rute penerbangan mencakup Singapura-Toba, Singapura-Belitung. Ada pula tambahan destinasi kapal pesiar dari Singapura ke Surabaya, ke Bali Utara, ke Jakarta, ke Kuala Tanjung, dan ke Bintan.

Di dalam konteks yang lebih luas, Jokowi menyatakan bahwa Indonesia dan Singapura perlu meningkatkan peran negara-negara ASEAN dalam upaya menjaga perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan masyarakat.

"(Kontribusi) termasuk di dalam pengembangan konsep kerja sama Indo - Pasifik," ujarnya melalui siaran pers yang diterima Katadata.co.id, Kamis (11/10). Hal ini dikemukakan usai pertemuan Pemimpin Indonesia - Singapura di Kabupaten Badung, Pulau Bali.

(Baca juga: Grab Sediakan 7 Layanan untuk Gaet 20 Juta Turis Asing

Ekonomi dan Finansial

Di dalam acara tersebut, Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Lee mengesahkan nota kesepahaman untuk mendorong ekonomi dan keuangan masing-masing negara. Salah satu yang disepakati adalah swap dan repo antara Bank Indonesia dan bank sentral Singapura maupun Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS).

"Saya menyambut baik kerja sama swap dan repo antara Bank Indonesia dengan MAS senilai US$10 miliar," ucap Jokowi. Kemitraan ini bertujuan memperkuat pengelolaan likuiditas dan mendorong pengembangan pasar keuangan.

Perjanjian dan MoU lain yang ditandatangani Indonesia - Singapura, yaitu Perjanjian tentang Promosi dan Perlindungan Penanaman Modal, Program Kerja Sama dan Budaya Periode 2019-2021, serta Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Teknologi Finansial.

Penandatanganan Perjanjian tentang Promosi dan Perlindungan Penanaman Modal merupakan yang pertama disahkan oleh Indonesia sejak revisi perjanjian investasi pada 2014. "Saya harapkan ini akan meningkatkan kepercayaan investor Singapura," kata Jokowi.

Hal lain yang diulas adalah perkembangan Kendal Industrial Park yang diresmikan pada tahun 2016. Presiden Jokowi berharap kerja sama dengan Singapura seperti dalam pengembangan area industri ini bisa diadopsi untuk kawasan ekonomi khusus lain di Indonesia.

"Saat ini sudah ada 43 investor termasuk dari Singapura. Saya mengharapkan kerja sama serupa dapat dilakukan di kawasan-kawasan ekonomi khusus lainnya di Indonesia," tuturnya.

Bidang ekonomi digital juga menjadi perhatian Jokowi dan Lee. Secara khusus, Joko Widodo mengutarakan apresiasi atas peluncuran Nongsa Digital Park di Batam pada awal 2018. Kini terdapat 56 perusahaan teknologi dan digital di tempat ini.

(Baca juga: 12 Poin Kesepakatan Soal Fintech di Forum IMF-World Bank

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha