Airlangga Pastikan Hyundai dan VW Akan Bangun Pabrik Mobil Listrik

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Dini Hariyanti

14/1/2019, 21.15 WIB

"Kami sudah mendapatkan informasi Hyundai atau Volkswagen berminat," Menperin Airlangga Hartanto.

Otomotif
ANTARA FOTO/Zarqoni Maksum
Pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 28 April 2017.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan komitmen investasi Hyundai Motor Company dan Volkswagen AG. Dua produsen otomotif ini hendak membangun pabrik mobil listrik di Indonesia.

"Kalau investasi baru, kami sudah mendapatkan informasi Hyundai atau Volkswagen berminat," kata Menteri Perindustrian Airlangga ditemui di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/1). (Baca juga: Kadin Lobi Hyundai Agar Pindahkan Pabrik dari Vietnam ke Indonesia

Hyundai sebelumnya mengutarakan ketertarikan untuk membangun pabrik mobil listrik berkapasitas 250.000 unit. Produsen otomotif asal Korea Selatan ini akan menggelontorkan US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14,1 triliun merealisasikan komitmen investasinya.

Sementara itu, menteri perindustrian (menperin) belum memastikan nilai investasi Volkswagen (VW), sempat dikabarkan mencapai 50 juta euro. Rencana investasi pabrikan asal Jerman ini terus dibahas dengan pemerintah. "Itu mereka sedang diskusi," kata Airlangga.

(Baca juga: Bangun Pabrik Perakitan, VW Investasi 50 Juta Euro di Indonesia

Menperin menyebutkan pula bahwa BMW dan Mercedes Benz juga tertarik berinvestasi di Tanah Air. Tapi keduanya menunggu Peraturan Presiden (Perpres) tentang Kendaraan Bermotor Listrik terbit.

Regulasi tersebut sedang dalam proses konsultasi dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Salah satu poin yang dibahas terkait usul bea masuk nol persen untuk impor mobil listrik ke Indonesia.

Poin lain terkait dengan penurunan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) bagi kendaran bermotor listrik. Konsultasi dengan parlemen wajid dilakukan sesuai dengan Undang-undang No. 42/2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan PPnBM.

"Ada konsultasi antara menteri keuangan dan parlemen Komisi XI. Sesudah itu kita jalan," kata Airlangga. (Baca juga: Penghapusan PPnBM Yacht Bisa Tarik Devisa Triliunan Rupiah)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha