Prabowo Sebut Indonesia Punah, Jokowi: Pesimistis Jangan Mengajak-ajak

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Hari Widowati

2/2/2019, 21.40 WIB

Masyarakat harus bersikap optimistis karena akan sulit membangun negara besar jika masyarakat bersikap pesimistis.

Presiden Joko Widodo di Semarang
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Calon Presiden petahana Joko Widodo (tengah) menyampaikan sambutan saat Silaturahmi Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (2/2/2019). Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah mendeklarasikan dukungan untuk pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh masyarakat optimistis terhadap pembangunan yang dilakukan pemerintah. Tanpa optimisme, akan sulit membangun negara besar dengan segala tantangannya.

Pernyataan Jokowi ini menyindir pidato Prabowo Subianto yang pernah menyebut Indonesia akan bubar dan punah. "Ada yang ngomong Indonesia bubar, ada yang ngomong Indonesia punah. Yang benar saja," kata Jokowi ketika menemui Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (2/2).

Menurutnya, tak boleh ada orang yang menilai pembangunan Indonesia telah gagal. Alasannya, Indonesia merupakan negara besar yang memiliki berbagai potensi, mulai dari jumlah penduduknya yang mencapai 265 juta jiwa hingga 17 ribu pulau.

Jokowi mengatakan, tidak gampang mengelola negara seperti Indonesia. "Sebagai sebuah negara yang besar, tentu saja tantangannya juga besar," ujarnya.

Meski demikian, Indonesia saat ini terus bertumbuh. Jokowi menjelaskan, Indonesia saat ini telah memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) lebih dari US$ 1 triliun.

Berdasarkan data Tradingeconomics, PDB Indonesia pada 2017 sebesar US$ 1,01 triliun atau setara Rp 13.589 triliun. Posisi Indonesia berada di peringkat ke-15 di bawah Spanyol yang memiliki PDB US$ 1,31 triliun.

(Baca: Prabowo Tuduh Menteri Pencetak Utang, Sri Mulyani Jawab dengan Puisi)

Lebih lanjut, Jokowi pun menyebut Indonesia saat ini sudah menjadi negara anggota G20. Ini berarti Indonesia telah menjadi negara dengan perekonomian besar di dunia. "Kami sudah masuk ke G20 dan kami sudah masuk kepada negara yang dengan pendapatan PDB US$ 1 triliun lebih," kata Jokowi.

Oleh karena itu, masyarakat harus bersikap optimistis karena akan sulit membangun negara besar jika masyarakat bersikap pesimistis. Sesulit apa pun tantangannya, masyarakat Indonesia harus optimistis. "Sikap pesimistis disimpan sendiri saja. Jangan ajak-ajak kita, Indonesia," kata Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, 1.500 pengusaha yang tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin. Koordinator Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah Kukrit Wicaksana mengatakan, dukungan itu diberikan dengan pertimbangan bahwa Jokowi sudah terbukti memiliki komitmen dan kesungguhan dalam memimpin Indonesia.

Jokowi pun dinilai sudah sukses membangun infrastruktur yang banyak membantu pengusaha di Jawa Tengah. Proses perizinan pun semakin mudah dan cepat, sehingga membuat iklim usaha yang kondusif. "Kami sangat yakin Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan mampu menjadikan Indonesia negara yang lebih kuat, mandiri, maju, dan berdaya saing," kata Kukrit.

(Baca: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Membaik, Jokowi Sentil Prabowo)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha